HEADROOM

Pemilu & Stress: Mengatasi tekanan

2 April 2019 • Bacaan 8 menit

Berkenaan dengan pemilu yang akan diadakan 2 minggu lagi (jangan lupa gunakan hak pilihmu ya!), kami bertanya kepada followers kami minggu lalu mengenai stress karena pemilu. Berikut jawaban-jawabannya!

Jika kalian merasakan hal yang sama seperti yang di atas, atau malah seperti aku, pemilu dapat menjadi sesuatu yang membuat cemas. Aku merasa tegang saat menonton debat, dan saat ditanya pendapatku tentang politik. Aku pun merasa malas saat melihat argumen-argumen online yang penuh dengan informasi-informasi yang tidak benar, dan sangat mungkin aku akan merasa tegang saat menunggu hasil dari pemilu. Hal yang membuat musim pemilu menjadi waktu yang penuh tekanan adalah ketegangan dari kedua kubu pasangan calon (paslon) dan ketidakpastian dari siapa paslon yang akan terpilih nantinya. Tentu saja, hanya akan ada satu pasang kandidat yang dapat terpilih.

Kalau kita lihat kembali pemilu yang diselenggarakan pada tahun 2014, Presiden Joko Widodo memenangkan pemilu dengan suara sebanyak 53,15%, yang berarti Bapak Prabowo Subianto hanya mendapatkan suara sebanyak 46,85%. Dapat dilihat bahwa dari data yang tersedia, kedua hasil dari pemilu hampir mencapai angka 50%. Hal ini menunjukkan bagaimana masyarakat di negara ini terbagi menjadi 2 kubu, atau dapat dikatakan juga bahwa setengah dari masyarakat Indonesia akan kecewa dengan hasil pemilu, tanpa memandang siapa yang akan memenangkan pemilu kali ini.

Lalu, apa saja sih metode yang dapat membantu mengatasi stress yang melanda selama musim pemilu?

Apabila tingkat stress kalian tinggi saat musim pemilu, ini beberapa cara untuk mengatasinya pada saat dan sesudah hasil pemilu keluar:

1. Berhenti sejenak

Di zaman sekarang, mendapatkan informasi tentang politik dan kandidatnya merupakan hal yang sangat mudah. Cukup dengan membuka situs berita, Whatsapp, Instagram atau Twitter dari ponsel kita. Walaupun Tante Najwa Shihab mengingatkan kita bahwa tidak ada alasan untuk tak berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini, penting juga untuk mengetahui seberapa jauh batas kita.

Saat kamu merasa kewalahan dengan stress pemilu, terus membaca berita tidak akan membuatmu tenang. Maka dari itu, berhentilah sejenak atau batasi waktumu dalam mengakses berita tentang pemilu.

2. Lakukan rutinitasmu

Jangan biarkan musim pemilu ataupun hasilnya mengganggu hidupmu, karena masih banyak urusan dan kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan. Maka dari itu, lakukanlah rutinitasmu seperti biasa, seperti pergi sekolah, jajan setelah pulang dari kampus bersama teman-teman, atau pergi ke perpustakaan untuk belajar. Hal ini juga bisa jadi distraksi untuk stressmu.

3. Alihkan dirimu

  • Waktu senggang: Beristirahatlah sejenak dan lakukan sesuatu yang kamu sukai! Mungkin melakukan hobimu seperti olahraga yang kamu senangi, mulai membaca buku yang akhirnya kamu punya kesempatan untuk membacanya, ataupun menonton film atau Youtuber yang sedang kamu ikuti.
  • Melakukan aktivitas yang berguna: Beberapa penelitian menunjukkan manfaat dari menjadi relawan. Dengan menjadi relawan, kamu akan lebih terhubung secara sosial dan juga lebih fokus pada hal lainnya. Sebuah penelitian oleh BMJ Open menunjukkan bahwa pada lebih dari 66.000 orang, menjadi relawan memiliki skor yang lebih tinggi dalam kesehatan mental yang baik. Penelitian Musick dan Wilson (2003) juga menemukan bahwa menjadi relawan dapat mengurangi tingkat stress dan kecemasan. Secara spesifik, penelitian Borgonovi (2008) menunjukkan bahwa orang yang menjadi relawan sebulan sekali merasa 7% lebih bahagia. Jadi, kalau kamu tertarik, kenapa tidak salurkan saja energimu untuk membantu komunitas di sekitarmu?
  • Membuat rencana dengan teman-teman dan keluarga: Tempatkan dirimu di sekitar orang-orang yang mendukungmu. Kamu juga dapat bergabung dengan kelompok yang memiliki pemikiran yang sama denganmu, seperti klub di kampusmu atau grup Facebook yang mendukung kandidat yang kamu pilih.

Berikut website untuk membantumu mencari kesempatan menjadi relawan di Indonesia https://indorelawan.org

4. Hindari zat-zat berbahaya

Hindari penggunaan alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang untuk mengatasi stress karena pemilu ataupun stress karena hal lainnya, karena efeknya hanya bersifat sementara. Hal ini tidak akan mengubah suasana politik, membantumu mengatasi stress karena pemilu, ataupun mengubah hasil pemilu. Malah, hal ini akan menyebabkan efek jangka panjang yang buruk bagi kesehatan fisik dan mentalmu.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana rokok dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan kesehatan mental, klik disini.

Ingat ya! Siapapun yang akan terpilih dalam pemilu kali ini hanya mempunyai satu visi, yaitu untuk membuat Indonesia lebih baik. Penting untuk diingat, walaupun presiden memegang posisi yang tinggi dalam kekuasaan, presiden hanyalah salah satu bagian dari sistem politik yang besar dan kompleks.

Untuk menutup pos ini, pada tahun 2014, kita hanya memiliki 69,58% suara sah. Itu artinya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menyalurkan hak pilihnya. Tim Seribu Tujuan meminta kalian untuk menggunakan hak pilih kalian, dan jangan lupa untuk memilih pada tanggal 17 April ya!

Pelajari stres lebih lanjut di Seribu Tujuan

Sumber

Borgonovi, F. (2008). Doing well by doing good. The relationship between formal volunteering and self-reported health and happiness. Social Science & Medicine, 66(11), 2321-2334. doi: 10.1016/j.socscimed.2008.01.011

Musick, M., & Wilson, J. (2003). Volunteering and depression: the role of psychological and social resources in different age groups. Social Science & Medicine, 56(2), 259-269. doi: 10.1016/s0277-9536(02)00025-4

Tabassum, F., Mohan, J., & Smith, P. (2019). Association of volunteering with mental well-being: a lifecourse analysis of a national population-based longitudinal study in the UK. Retrieved from https://bmjopen.bmj.com/content/6/8/e011327

HEADROOM

Elections & Stress: Coping with the pressure

2 April 2019 • 8 minute read

If you are anything like me, election season can be extremely stressful. I get anxious watching the debates, I get nervous and tiptoe around questions surrounding my political opinion, I cringe everytime I see online arguments with misinformation and I’ll probably be on edge the whole election day, waiting for the results. What makes it such a stressful period is the tension between camps and the uncertainty of who gets elected, because we all know that only one of the candidates can win.

Looking back to the 2014 election, President Joko Widodo won with 53.15% of the votes and Bpk. Prabowo Subianto lost with 46.85%—how close the results are to 50% shows how divided the country was. It is also safe to say that almost half of the population was, and in this coming election, will be disappointed with the results regardless who wins.

What are some methods that can help me deal with elections?

If your stress levels are through the roof this election season, here are some ways that may help you with dealing with election stress or when it comes to it, dealing with election results:

1. Unplug

In this day of age it is easy to get information regarding politics and our candidates, it’s just with one simple click on your smartphone; whether it’s from news outlets, WhatsApp, Instagram, Twitter and candidates’ individual social media accounts. Although yes, Tante Najwa Shihab has reminded us that we have no excuse to not be engaged and politically informed, it is also important to know your limit.

When you feel overwhelmed with the election stress, it does not help to be constantly on your news feed; so unplug for awhile or be mindful of how much time you spend on it.

2. Stick to your routine

Don’t let the election season or the election results overtake your life. What I mean by this is that we all still have our regular responsibilities and activities. So maintain your daily routine — whether it is heading to class, getting boba tea after uni with friends or heading to the library to study; stick to it. This can also give you a distraction.

3. Distract yourself

  • Leisure time: Take a break and do something you enjoy! Perhaps one of your hobbies such as a sport you like to play, finally open that book you’ve been meaning to read, catch a movie or catch up on one of the Youtubers you’ve been following.
  • Meaningful activities: Multiple studies done have shown the benefits of volunteering. Volunteering makes you feel more socially connected and allows you to be focused on others. A study published by BMJ Open, with over 66,000 people shows that volunteering leads to higher mental well-being scores. Borgonovi, F. (2008) found that those who volunteers once a month, were 7% happier, and Musick, M., & Wilson, J. (2003) found that it reduces levels of stress and anxiety. So if you’re up for it, why not channel that energy to helping the community!
  • Plans with friends and family: Surround yourself with the people you love and who supports you. You may also be interested in joining groups of like minded people, such as a club in university or a Facebook group that supports the candidate you are voting for.

Here is a website that can help you find volunteering opportunities in Indonesia: https://indorelawan.org

4. Avoid substances

Avoid using alcohol, cigarettes and drugs as means to cope with the stresses of the election (and/or your life) as these are just temporary relief. This will not change the political climate or help with your election stress nor will it change the election results, and may lead to negative long term consequences for both your physical and mental health.

To read more about how smoking impacts your anxiety levels and mental health, click here.

Remember that whatever the result, just know that who ever gets elected have one vision and that is to improve Indonesia. It is also important to remember that though the president holds a high position of power, a president is only one part of a big and complex political system.

Now to wrap this post up, in the 2014 elections we had a 69.58% voting turnout, the team here in Seribu Tujuan urges you to use your voice and don’t forget to vote this April 17th!


Learn more about stress at Seribu Tujuan

References

Borgonovi, F. (2008). Doing well by doing good. The relationship between formal volunteering and self-reported health and happiness. Social Science & Medicine, 66(11), 2321-2334. doi: 10.1016/j.socscimed.2008.01.011

Musick, M., & Wilson, J. (2003). Volunteering and depression: the role of psychological and social resources in different age groups. Social Science & Medicine, 56(2), 259-269. doi: 10.1016/s0277-9536(02)00025-4

Tabassum, F., Mohan, J., & Smith, P. (2019). Association of volunteering with mental well-being: a lifecourse analysis of a national population-based longitudinal study in the UK. Retrieved from https://bmjopen.bmj.com/content/6/8/e011327

Jennifer B.
Blog Contributor