CERITA

Pengalaman Adiksi (Kecanduan)

10 Mei 2019 • Bacaan 10 menit

Selama hidup, saya terus bergulat dengan adiksi terhadap dua hal: rokok dan marijuana. Kedua zat ini telah merusak tubuh dan pikiran saya serta menimbulkan beberapa masa terburuk dalam hidup saya. Di saat saya belajar untuk memahami, melawan, dan mengatasi adiksi ini, saya telah terdorong untuk berkembang dengan cara-cara yang tak pernah saya bayangkan. Tentunya, saya tidak pernah berharap untuk mengalami adiksi terhadap rokok dan marijuana,  namun ada pelajaran berharga dari pengalaman-pengalaman ini yang telah membentuk diri saya hari ini. Blog post kali ini merupakan usaha saya untuk membagikan apa yang saya pelajari mengenai adiksi dan bagaimana proses yang saya lalui.

Saya mendapati bahwa adiksi sangatlah berbahaya. Yang pada awalnya satu rokok sesekali, berubah dengan sangat cepat menjadi satu rokok per hari, lalu secara tiba-tiba saya mengalami adiksi secara keseluruhan. Tak seorang pun berniat untuk menjadi seorang pecandu, namun konsumsi sebuah zat yang dilakukan secara terus menerus dapat meningkatkan kecanduan, serta dapat terbentuk dengan sangat cepat, sehingga kebanyakan orang tidak menyadarinya. Saya bahkan tidak menyadari adiksi saya berkembang. Ketika kedua adiksi tersebut telah terbentuk sepenuhnya, akhirnya saya sadar apa yang telah terjadi terhadap diri saya. Karena sebuah adiksi terbentuk secara bertahap, sangatlah sulit untuk mengetahui bahwa sebuah adiksi sedang terbentuk. Tak ada yang merasa kecanduan hingga mereka menjadi seorang pecandu.

Ketika sebuah adiksi telah terbentuk, sangatlah sulit untuk meninggalkannya karena hal tersebut telah menjadi bagian dalam hidup. Adiksi dapat terjadi melalui cara-cara yang berbeda. Bagi saya sebagai pecandu marijuana, saya merasa tergantung secara emosional. Saya membutuhkannya untuk merasa normal, saya juga tidak yakin bisa bertahan hidup jika saya tidak merokok. Dalam waktu terburuk saya, saya sama sekali tidak bisa membayangkan masa depan saya tanpa merokok marijuana sepanjang waktu. Saat saya menyadari bahwa saya kecanduan dan mulai melawannya, saya sadar bahwa saya menggunakannya untuk mengatasi perasaan-perasaan negatif yang kuat. Untuk menghadapi adiksi saya, saya harus menghadapi dan mengalahkan perasaan-perasaan tersebut. Hal ini dapat menjadi salah satu alasan mengapa mengalahkan adiksi sangatlah sulit. Ketika sebuah adiksi digunakan untuk menyembunyikan sesuatu, terdapat dua hal yang harus dilalui seseorang untuk menyembuhkan dirinya dengan benar. Rasanya seperti ditendang ketika sedang jatuh, dan ketika telah berada di titik paling rendah tiba-tiba ada masalah lain yang harus dihadapi.

Saya merasa bahwa berhenti merokok merupakan hal yang sangat sulit. Bagi saya bagian yang paling sulit dari berhenti merokok adalah kecenderungan sosial untuk merokok. Kebanyakan teman dekat saya adalah perokok, dan ketika saya sedang bersama mereka saya ditarik ke dalam lingkungan dimana saya harus menghadapi adiksi saya. Ini merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dihadapi dan saya terlalu sering goyah lalu pada akhirnya merokok bersama teman-teman. Saya tahu bahwa ini merupakan kegagalan saya sendiri, saya kurang memiliki niat yang kuat untuk tidak merokok bersama teman-teman saya (terutama jika kita sedang minum-minum). Akan tetapi, saya juga paham jika saya tidak berteman dengan para perokok akan lebih mudah bagi saya untuk berhenti merokok secara keseluruhan. Hal ini merupakan sejenis jebakan sosial yang terjadi ketika seseorang berteman dengan orang-orang yang menggunakan zat yang ia berusaha hentikan adiksinya. Bertemu dengan teman-teman berarti menghadapi adiksi secara langsung dalam situasi yang mendorongmu untuk memenuhi rasa candu itu. Sangatlah sulit untuk melewati situasi semacam ini. Karena itu, penting sekali untuk meninggalkan lingkungan pertemanan yang kurang mendukung proses penanganan adiksi. Saat sebuah adiksi berkembang, hal tersebut menjadi semakin terintegrasi ke dalam hidup. Di saat-saat terendah dalam hidup, saya menjalani hari-hari dan aktivitas beriringan dengan adiksi yang saya alami. Hal ini sungguh berdampak besar pada diri saya dan cara saya menjalani hidup. Karena itu, dalam penanganan adiksi, saya menyusun ulang sebagian besar hidup saya, mengubah aktivitas yang saya lakukan, apa yang saya lakukan untuk mengisi waktu dan bagaimana saya berpikir tentang diri saya sendiri.

Mengakui bahwa saya memiliki kecanduan terhadap marijuana dan rokok merupakan langkah pertama yang sulit untuk menyembuhkan diri sendiri. Rasanya seperti sedang berkutat dengan sesuatu yang merusak dan saya malu untuk mengakuinya. Di lubuk hati yang dalam, saya tahu dengan mengakui bahwa saya kecanduan berarti saya mengakui bahwa saya memiliki sebuah masalah untuk dihadapi. Dengan berpura-pura tidak memiliki kecanduan saya dapat berpura-pura bahwa saya tidak memiliki masalah dan terus merokok—sebuah jalan keluar yang malas, dan sesuatu yang persis diinginkan oleh adiksi. Karena alasan ini lah mengakui sebuah adiksi merupakan langkah pertama dalam penyembuhan. Sampai sebuah adiksi terlihat dan disadari, hal ini tidak bisa dilawan.

Saya akan mengakhiri blog post ini dengan pelajaran terpenting yang saya dapatkan tentang melawan adiksi. Rayakanlah setiap kemajuan dan ketekunan yang telah dicapai. Melawan sebuah adiksi membutuhkan waktu yang panjang, dan setiap kali kamu tidak terjerumus ke dalam adiksi merupakan suatu keberhasilan yang patut dirayakan. Beberapa kemunduran merupakan hal yang normal dan yang terpenting adalah menyadari bahwa ini merupakan bagian dari perjalananmu. Selama kamu tetap ingat tujuan dan terus berusaha untuk meraihnya, kamu pasti akan berhasil. Hal ini cenderung sulit dan membutuhkan waktu serta perjuangan yang panjang, tetapi dengan menerapkannya kamu pasti mampu melawan adiksi. Kita semua memegang kendali diri kita sendiri dan dapat meraih tujuan apapun yang kita miliki.

Nama-nama telah diubah untuk melindungi privasi individu.

Pelajari lebih lanjut tentang narkoba, alkohol, dan kesehatan mental di Seribu Tujuan

STORIES

Experiences of Addiction

10 May 2019 • 10 minute read

In my life I have struggled with addiction to two substances, cigarettes and marijuana. These addictions have been destructive on my body and mind and have caused some of the worst times in my life. At the same time learning to understand, battle and eventually overcome these addictions has pushed me to grow as a person in ways that I may never have grown otherwise. I do wish that I had never become addicted to these two substances but there has been silver linings that have come from these experiences without which I wouldn’t be the person I am today. This blog post is an attempt to share what I have learned about addiction and myself in the process of overcoming addiction.

I have found addiction to be incredibly insidious in its origins. For me, what started out as a cigarette here and there, all too quickly morphed into a cigarette a day, then a couple of day before suddenly I had a full blown addiction. Nobody intends to become an addict, however as use of a substance slowly increases an addiction can all too rapidly form, catching people largely unawares. At no point during the development of either of my addictions did I realise what was happening. It was only once both addictions were well established did I realise what had happened. Because of how addiction gradually develops it is incredibly hard in the moment to see that an addiction is forming. Nobody feels addicted until they are an addict.

Once an addiction has been established it’s incredibly hard to leave it behind as it starts to become integrated into your life. This can happen in a multitude of different ways. For me while I was addicted to marijuana I developed an emotional dependance on it. I needed it to feel normal, I also didn’t believe I could cope with life if I wasn’t smoking. At my worst I found it impossible to imagine a future where I did not smoke marijuana all of the time. When I realised I was addicted and started to confront my addiction I realised that I was using it as a way of coping with some very strong negative feelings. In order to face my addiction I had to face and overcome those feelings. This can be one of the reasons why overcoming addiction can be so hard. When an addiction is being used to hide from something else there are two things someone has to overcome in order to heal themselves properly. It very much feels like getting kicked while you’re down, as when you’re already at one of your lowest points you suddenly have another issue to confront.

Similarly I have found quitting smoking to be incredibly hard. For me the hardest part about quitting smoking is the social nature of smoking. Many of my close friends smoke, and as such when I hang out with them I am forced into an environment where I have to confront my addiction. This is really hard to face and I all too often crumble and end up smoking around my friends. I know that this is a failure on my part, I lack the will power to not smoke with my friends (especially if we are drinking). However I also know that if I was not friends with smokers I would have found it much easier to completely walk away from smoking. This is type of social trap that occurs when someone is friends with people who use the substance they are trying to quit. Seeing your friends means facing your addiction head on in a situation that encourages you to cave in to your desires. It is very hard to make it through these situations. Because of this it can be necessary to leave friendship behind in order to get over an addiction. As an addiction grows it become more and more integrated into your life. For me at my lowest point I structured my days and activities around my addiction. It literally became a large of who I was and how I lived my life. As such getting over my addiction involved restructuring large parts of my life, changing the activities I did, what I did with my time and how I thought about myself.

Admitting that I was addicted to marijuana  and cigarettes was a difficult first step to healing myself. When you’re in a destructive dance with something like that you don’t want to admit it. For me this was because on a certain deep level I knew that if I admitted to being addicted I was admitting I had a problem I had to face. By pretending to not be addicted I could pretend to not have a problem and keep on smoking which was both the lazy way out, and exactly what my addiction wanted me to do. For these reasons admitting an addiction to oneself is the first step in recovering. Until an addiction is seen and recognised it cannot be combatted or beaten.

I will end this blog post with the most important lesson I learned about beating an addiction. Celebrate your achievements and persevere. Beating an addiction takes time, and every time you don’t cave in to your addiction is a victory to be celebrated. Set backs are normal and what’s important is to realise that this is part of the journey. So long as you keep your destination in mind and keep trying to get there you will succeed one day. It can be hard and might take a lot of time and struggle, but by applying yourself you can beat your addiction. We all are in control ourselves and can achieve what we set our minds to.


The names have been changed to protect the privacy of individuals.

Learn more about drugs, alcohol, and mental health at Seribu Tujuan
Finn F.
Blog Contributor