INSIGHT

Meningkatkan Kesehatan Mental melalui Mindfulness

26 Juli 2019 • Bacaan 8 menit

Inilah cara bagaimana Anda dapat meningkatkan kesehatan mental Anda dengan mindfulness

Mindfulness adalah suatu keadaan dimana pikiran kita berfokus dalam menentukan dan mengenali apa yang kita rasakan pada saat ini, tanpa menilai apa yang sedang kita alami saat ini (Seribu Tujuan). Mindfulness melibatkan kefokusan terhadap momen saat ini tanpa terjebak dalam suatu pikiran atau perasaan yang menilai apa yang sedang Anda alami. Hubungan antara mindfulness dengan kesehatan mental mungkin tidaklah jelas; namun ini merupakan alat yang sangat membantu dalam menjaga kesehatan mental kita. Sejumlah gangguan mental memiliki kesamaan yang umum; perasaan negatif yang kuat yang dapat menyebabkan distres psikologis. Perasaan negatif yang berupa stres, kekhawatiran, kecemasan, rasa takut dapat timbul karena kita tidak berfokus pada saat ini.

Hubungan antara mindfulness dengan kesehatan mental dapat diibaratkan seperti ini; kita tidak memandang dunia seperti yang seharusnya, tetapi sebagai apa yang telah kita alami sebelumnya. Jika kita tidak memiliki kenangan ataupun ingatan mengenai itu, kita tidak akan tahu bagaimana menanggapinya. Ingatan kita telah diakumulasikan sejak kita terbentuk. Semua pengalaman yang kita alami sejak saat itu tersimpan sebagai ingatan. Kemudian ingatan kita di masa lalu timbul kembali dalam dua bentuk; pertama, ingatan-ingatan ini menjadi sebuah pemicu dimana kita ingat sesuatu yang terjadi di masa lalu, dan yang kedua, ketika kita tidak ingin berurusan dengan ingatan mengenai hal yang terjadi di masa lalu tetapi ingatan ini tetap muncul. Konflik timbul ketika ada ketidaksesuaian antara apa yang kita inginkan dengan kenyataan. Ketika masa lalu timbul namun kita tidak mau menghadapinya adalah hal yang menyebabkan konflik. Kita memiliki keinginan, namun realita berbeda dengan apa yang kita inginkan. Hal ini menyebabkan diri kita dikuasai oleh pikiran kita dengan keinginan kita dan bukan realita. Pikiran mengenai keinginan Anda pun muncul kembali, baik secara sadar maupun ga sadar, lalu memasuki celah pikiran. Jika kita mengikuti pikiran ini dan tidak bisa mengendalikannya, timbullah konflik dalam bentuk perasaan negatif, seperti kekhawatiran, stres, kecemasan, atau rasa takut. Mampu untuk tidak mengikuti atau larut dalam pikiran Anda yang timbul, adalah prinsip yang fundamental.

Beberapa penelitian ilmiah telah dilakukan untuk melihat lebih dalam hubungan antara mindfulness dengan kesehatan mental. Penelitian pertama yang berhasil dilakukan oleh John Teasdale di University of Oxford, menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness dikombinasikan dengan terapi kognitif mampu mengurangi fase-fase depresi sejumlah 50% dibandingkan klien yang tidak dibantu dengan cara yang sama. Orang yang melatih mindfulness memiliki gejala depresi yang lebih sedikit (Anderson et al, 2007). Praktik mindfulness ditunjukkan dapat memberi manfaat terhadap kesehatan mental, sebab unsur-unsur dari mindfulness, seperti kesadaran dan penerimaan sebuah pengalaman dianggap sebagai berpotensial sebagai pencegah distres psikologis yang efektif. (Keng, Smoski & Robins, 2011) juga untuk menurunkan frekuensi pikiran negatif yang otomatis dan meningkatkan kemampuan untuk melepaskannya. (Frewen et al, 2008). Berdasarkan sebuah penelitian, hubungan positif antara mindfulness dengan kesehatan mental dapat dijelaskan melalui pemenuhan kebutuhan (Bice, Ramsey & Ball, 2014). Pemenuhan, atau rasa puas, berada di bagian inti kebutuhan kebutuhan manusia. Rasa untuk memiliki, harga diri yang tinggi, dan memiliki hidup yang berarti merupakan kunci penting mindfulness untuk kesehatan mental.

"Dalam kata lain, hubungan antara mindfulness dengan kesehatan mental dapat dilihat seperti ini; mindfulness akan membantu Anda mengatasi gejala distres secara psikologis- perasaan negatif yang diketahui sebagai kesamaan dari beberapa gangguan mental."

Manfaat dari mindfulness diakui banyak, tapi ingatlah bahwa bagaimana semua manfaat menggambarkan perubahan positif bagi fase, gejala dan frekuensi pikiran negatif. Kemudian, mindfulness tidaklah digunakan sebagai penyembuh. Contoh skenario untuk menggambarkan hal ini; Anda adalah seorang karyawan dalam sebuah perusahaan tertentu, dan Anda sedang mengalami stres yang cukup berat berusaha untuk menyelesaikan tugas hingga deadline, keseimbangan kehidupan kerja Anda buruk, Anda memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari yang buruk, dan Anda dibayar sedikit. Mindfulness dapat digunakan untuk mengatasi tingkat stres yang Anda alami- namun kondisi Anda tidak akan berubah tanpa pertimbangan yang lebih praktis dan nyata dari perusahaan Anda seperti gaji yang lebih baik. Mindfulness, dalam kasus ini, tidak akan membantu menyelesaikan masalah Anda, tetapi hanya membantu mengatasi akibat dari masalah Anda.

Dalam kata lain, hubungan antara mindfulness dengan kesehatan mental dapat dilihat seperti ini; mindfulness akan membantu Anda mengatasi gejala distres secara psikologis- perasaan negatif yang diketahui sebagai kesamaan dari beberapa gangguan mental. Bagaimanapun juga, harus diperhatikan bahwa melatih mindfulness mengajarkan Anda untuk mengenali pikiran Anda yang datang, diam bersamanya, dan bekerja dengannya; baik pikiran yang baik, atau yang buruk, yang memicu berbagai macam pengalaman. Ketika mindfulness memicu pengalaman atau kenangan negatif, bukanlah berarti bahwa praktik mindfulness tidaklah bekerja- Anda hanya dimaksudkan untuk mengenali pikiran itu dan tidak mengikutinya. Penting untuk ingat bahwa perasaan negatif seperti stres, kekhawatiran atau kecemasan, juga berfungsi sebagai benteng terhadap ancaman. Kita tidak menghilangkan perasaan-perasaan ini sepenuhnya- sebaiknya kita selalu ingat bahwa perasaan negatif yang kuat lah yang kita berusaha menghindari, dan inilah yang dapat kita atasi dengan menjaga kesehatan mental.


Pelajari mindfulness lebih lanjut di Seribu Tujuan

Sumber

Anderson, N. D., Lau, M. A., Segal, Z. V., & Bishop, S. R. (2007). Mindfulness-based stress reduction and attentional control. Clinical Psychology and Psychotherapy, 14, 449–463.

Bice, M., Ramsey, A., & Ball, J.W. (2014). Relations between mindfulness and mental health outcomes: need fulfilment as a mediator. International Journal of Mental Health Promotion, Doi: 10.1080/14623730.2014.931066.

Frewen, P. A., Evans, E. M., Maraj, N., Dozois, D. J. A., & Partridge, K. (2008). Letting go: Mindfulness and negative automatic thinking. Cognitive Therapy and Research, 32, 758–774.

Keng, S.L., Smoski, M.J., & Robins, C.J. (2011). Effects of mindfulness on psychological health: A review of empirical studies, Clinical Psychology Review, doi: 10.1016/j.cpr.2011.04.006

INSIGHT

Improving your Mental Health through Mindfulness

26 July 2019 • 9 minute read

This is how you can improve your mental health through mindfulness

Mindfulness is a state of mind that focuses on determining and acknowledging what we are feeling in the present moment, without passing judgement on what we are experiencing (Seribu Tujuan). It involves bringing your focus to the present moment without getting caught up in judgemental thoughts or emotions about what you are experiencing. The relationship between mindfulness and mental health might not be obvious; but it is an incredibly helpful tool in managing our mental health. A number of mental illnesses have a common denominator; overwhelming negative emotions that can cause psychological distress. Negative emotions, manifested in stress, worry, anxiety, fear, can occur because we fail to focus on the present moment.

The relationship between mindfulness and mental health can be constructed as this; we do not perceive the world as it is, but as what we have experienced before. If we don’t have any memory or any recollection of it, we won’t know how to react. Our memory has been accumulated since we were created. All of the experiences that we have gone through since then are stored as memories. When our memory of the past comes to the surface, it comes in two shapes; the first, is that they become a trigger where we remember something that occurred in the past, and second, when we don’t want to deal with our memory of what happened in the past but they come to the surface anyway. Conflict arises when there’s an incongruent between what we want/what we yearn for, and the reality that’s on the table. When the past surfaces but we don’t want to deal with it is when conflict occurs. We have what we want, but the reality is different from what we want. This causes us to be ruled by our minds; by what we want instead of the reality. These thoughts of what you want becomes reoccurring, consciously or unconsciously, and it enters our mind space. If we follow these thoughts, and we can’t control them, it arises as a conflict that manifests themselves as negative emotions, such as worry, stress, anxiety or fear. Being able not to follow your thoughts, or wallow in them, as they arise- is the fundamental principle of mindfulness.

Several scientific studies have been done to examine the relationship between mindfulness and mental health. The first breakthrough discovery was made by John Teasdale at the University of Oxford, that mindfulness practice in combination with cognitive therapy is able to reduce episodes of depression by 50% in patients who weren’t helped otherwise. People who practice mindfulness have reported fewer symptoms of depression (Anderson et al, 2007). The practice of mindfulness was shown to be beneficial for mental health, because the elements of mindfulness, such as awareness and acceptance of experience are regarded as a potentially effective antidote against forms of psychological distress (Keng, Smoski & Robins, 2011). It has also been shown to lower the frequency of negative thoughts that are automatic and to enhance the ability to let go of those thoughts. (Frewen et al, 2008). According to one study, the positive relationship between mindfulness and mental health could also be explained through need fulfilment (Bice, Ramsey & Ball, 2014). Fulfilment, or satisfaction, sits at the core of human need. The feeling of belonging, high-levels of self-esteem, and having a meaningful existence serves a key role in the importance of mindfulness for mental health.

"In other words, the relationship between mindfulness and mental health can be seen as this; mindfulness will help you in managing your symptoms of psychological distress- negative emotions that are known as the common denominator of several mental illnesses."

The benefits has huge claims, but note how all of the benefits outlines the positive changes for its episodes, symptoms, and frequency of negative thoughts. Mindfulness, then, should not be used as a cure. Let’s use the following scenario to illustrate this point; you are an employee at a certain company, and you’re currently under a significant amount of stress trying to reach a deadline, you have a terrible work-life balance, and you’re being underpaid. Mindfulness can be used to manage the levels of stress that you’re currently in- but your condition won’t be improved without tangible and more practical considerations from your company- such as better living wages. Mindfulness, in this case, won’t help you solve your problems- it can only help you manage the manifestations of your problems.

In other words, the relationship between mindfulness and mental health can be seen as this; mindfulness will help you in managing your symptoms of psychological distress- negative emotions that are known as the common denominator of several mental illnesses. However, it should be noted that practicing mindfulness teaches you to recognise your thoughts when they come, to sit with it, and work with it; whether ‘it’ being the good, or the bad, can trigger a wide range of experiences. When mindfulness triggers negative experiences or memories, it doesn’t mean that our practice of mindfulness it’s not working- you’re only meant to recognise the thoughts and not follow it. It is important to remember that negative emotions; such as stress, worry or anxiety, also serves as a protective barrier against threat. We shouldn’t eliminate it completely- we should always remember that an overwhelming sense of negative emotions is what we’re trying to avoid, and this is what we could manage through practicing mental health.


Learn more about mindfulness at Seribu Tujuan


References

Anderson, N. D., Lau, M. A., Segal, Z. V., & Bishop, S. R. (2007). Mindfulness-based stress reduction and attentional control. Clinical Psychology and Psychotherapy, 14, 449–463.

Bice, M., Ramsey, A., & Ball, J.W. (2014). Relations between mindfulness and mental health outcomes: need fulfilment as a mediator. International Journal of Mental Health Promotion, Doi: 10.1080/14623730.2014.931066.

Frewen, P. A., Evans, E. M., Maraj, N., Dozois, D. J. A., & Partridge, K. (2008). Letting go: Mindfulness and negative automatic thinking. Cognitive Therapy and Research, 32, 758–774.

Keng, S.L., Smoski, M.J., & Robins, C.J. (2011). Effects of mindfulness on psychological health: A review of empirical studies, Clinical Psychology Review, doi: 10.1016/j.cpr.2011.04.006

Indigo K.
Blog Contributor