INSIGHT

Mindfulness & Agama - Sebuah Perjalanan untuk Menyembuhkan Jiwa

5 Juli 2019 • Bacaan 5 menit

Mindfulness atau Quality of being present—kemampuan untuk dapat sepenuhnya hadir dan fokus pada waktu dan keadaan sekarang (realita). Mindfulness ialah kemampuan untuk sepenuhnya memahami keadaan, pikiran, serta realita perasaan, tanpa ketakutan akan masa yang akan datang dan masa yang telah lewat. Kemampuan tersebut membebaskan pemiliknya dari distraksi dan segala bentuk prasangka dan penilaian (judgment), serta menghilangkan sifat reaktif terhadap keadaan, sehingga membawa ketenangan kepada pemiliknya (Headspace, 2019).

Sejatinya setiap orang memiliki mindfulness, namun dengan kapasitas yang berbeda tentunya. Setiap orang pernah merasakannya dengan ia sadari atau tidak, dengan menamai perasaannya atau tidak. Seperti ketika seseorang beribadah sesuai keagamaannya memohon kepada Tuhan dengan teramat sangat, begitu fokus, begitu tenang, begitu damai, saat itu orang tersebut mencapai mindfulness tanpa ia sadari.

Mindfulness sangat dekat dengan agama. Setiap agama mengajarkan kita untuk menjadi seseorang dengan kemampuan mindful. Menjadi seorang dengan ketenangan jiwa dan raga. Seseorang dengan kesabaran di setiap keadaan. Serta seseorang dengan pikiran dan hati yang terbuka dalam menerima dan mencerna setiap keadaan. Setiap agama pasti mengajarkan kita untuk memanfaatkan dan menghargai setiap detik waktu, orang-orang yang hadir di hidup kita, dan segala bentuk pemberian entah itu baik atau pun buruk dengan penuh syukur. Setiap agama pasti mengajarkan dan menjanjikan kita dengan karunia yang lain yang lebih baik yang akan Tuhan berikan apabila kita mampu bersyukur atas apapun yang diberikan kepada kita. Tidak perlu menyesal karena karunia Tuhan itu nyata adanya. Praktiknya agama mampu meningkatkan mindfulness pada diri seseorang.

"Kedekatan seni mindfulness dengan agama memang tidak terpisahkan. Seni mindfulness berakar dari agama dan merupakan salah satu bagian dari ajaran agama."

Kedekatan seni mindfulness dengan agama memang tidak terpisahkan. Seni mindfulness berakar dari agama (Selva, 2017) dan merupakan salah satu bagian dari ajaran agama. Namun demikian mindfulness berkembang lebih daripada agama itu sendiri. Mindfulness tidak selalu berhubungan dengan agama. Kemampuan ini mampu berdiri sendiri tanpa sebuah atas nama agama. Bahkan kemampuan mindfulness tersebut, telah banyak memiliki irisan dengan berbagai ilmu selain agama, seperti sains, kesehatan, dan psikologi. Terbukti bahwa, mindfulness ialah kemampuan yang dapat terus dikembangkan, diajarkan, dan dimiliki oleh semua orang. Sehingga praktik dalam menciptakan dan meningkatkan mindfulness pada diri seseorang dapat dilakukan tanpa kegiatan keagamaan dan tanpa adanya keterikatan dengan agama itu sendiri.

Sama halnya dengan agama dan kepercayaan spiritual yang banyak dianut manusia, mindfulness juga membawa manusia ke banyak nilai positif dalam hidup dan dipercaya dapat menghilangkan berbagai sakit jiwa dan hati. Hal tersebut karena mindfulness merupakan hal yang sama mendasarnya seperti kepercayaan manusia terhadap hal-hal spiritual. Mindfulness merupakan bagian dari pengalaman dan pembelajaran manusia. Mindfulness bukan agama, bukan juga hal spiritual. Namun, keberadaannya yang mendasar teramat erat dengan agama dan hal-hal spiritual, sehingga mindfulness banyak dikaitkan dengan kedua hal tersebut. Apalagi mindfulness merupakan sebagian dari ajaran agama. Walaupun berbeda, mindfulness dapat digunakan dari segi latihan spiritual, dan dapat ikut dikembangkan bersamaan dengan proses spiritual itu sendiri, dan begitu juga sebaliknya (Beach, 2017). Namun, semua proses pengembangan dalam mencapai nilai mindfulness tersebut dapat dilakukan secara terpisah karena sejatinya karakter mindfulness berdiri sendiri sebagai bagian mendasar dari manusia. Praktisnya, mindfulness bukan merupakan kegiatan keagamaan, karena mindfulness sendiri bukan merupakan agama.

Pelajari mindfulness lebih lanjut di Seribu Tujuan

Sumber

Beach, S. R. 2017. Is mindfulness a religion?. https://www.huffpost.com/entry/is-mindfulnes-a-religion_n_6136612/amp?guccounter=1, diakses 3 Juni 2019.

Doty, J.R. 2016. Into The Magic Shop: Neurosurgeon’s Quest to Discover the Mysteries of the Brain and the Secrets of Heart. Avery, New York: 1—276.

Ergas, O. 2014. Mindfulness in education at the intersection of science, religion, and healing. Critical Studies in Education 55(1): 58–72, http://dx.doi.org/10.1080/17508487.2014.858643

Headspace. 2019. What is mindfulness?. https://www.headspace.com/mindfulness, diakses 30 Mei 2019.

Koenig, H.G. 2009. Research on Religion, Spirituality, and Mental Health: A Review. The Canadian Journal of Psychiatry, 54(5): 283—291.

Lim, D., P. Condon, & D. DeSteno. 2015. Mindfulness and Compassion: An Examination of Mechanism and Scalability. PLoS ONE 10(2): 1—8. doi:10.1371/journal.pone.0118221

Selva, J. 2017. History of Mindfulness: From East to West and From Religion to Science. https://positivepsychologyprogram.com/history-of-mindfulness/, diakses 30 Mei 2019.

INSIGHT

Mindfulness & Religion - A Journey to Heal The Soul

5 July 2019 • 5 minute read

Mindfulness, or the Quality of being present — the ability to be able to be fully present and focus on the present time and situation (reality). Mindfulness is the ability to fully understand situations, the state of mind, and the reality of feeling, with no fear of the future nor the past. This ability frees someone from distractions and all forms of prejudice and judgment, and removes the reactiveness towards certain situations, thus bringing calmness to them (Headspace, 2019).

Indeed, everyone has mindfulness, but each person has a different capacity. Everyone could be either fully aware or completely oblivious of it, depending on their ability to identify their feelings. For example, when a person is practicing their religion, praying to God in such a focused, calm, and peaceful demeanour - at that time, that person reaches mindfulness without realizing it.

Mindfulness is very closely related to religion. Every religion teaches us to be mindful - to become a person with peace in mind and body; someone with patience in any situation, as well as someone with an open mind and heart. Every religion teaches us to utilate and appreciate every second of time, every person in our lives, and all forms of gifts - good or bad, with gratitude. Every religion teaches and promises us blessings which God will give if we can give thanks for whatever is given to us. There is no need to regret because God's gift is real. The practice of religion can increase mindfulness in someone.

"The art of mindfulness and religion are indeed inseparable. The art of mindfulness is rooted from religion and is one aspect of religious teachings."

The art of mindfulness and religion are indeed inseparable. The art of mindfulness is rooted from religion (Selva, 2017) and is one aspect of religious teachings. However, mindfulness evolves more than religion itself. Mindfulness is not always related to religion. Mindfulness is able to stand alone without religion. Mindfulness even has many relations to various fields other than religion, such as science, health, and psychology. It is evident that mindfulness is an ability that can be continuously developed, taught and mastered by anyone, such that the practice of creating and increasing mindfulness in oneself can be done without practicing religious activities nor attachment to religion itself.

Similar to the many religions and beliefs commonly practiced, mindfulness also brings many positive values ​​in life and is believed that it can help with various mental problems and heartaches. This is because mindfulness is just as fundamental as human beliefs in the spiritual. Mindfulness is a part of human experience and learning. Mindfulness is not a religion, nor is it spiritual. However, its basic existence is very closely related to religion and spiritual matters, so much that mindfulness is associated with these two things. Moreover, mindfulness is a part of religious teachings. Although different, mindfulness can be used in spiritual practices, and can be co-developed with the spiritual process itself, and vice versa (Beach, 2017). However, all development processes to achieve the values of mindfulness can be done separately because the true character of mindfulness stands alone as a fundamental aspect of a human being. In short, mindfulness is not a religious activity, because mindfulness in itself is not a religion.


Learn more about mindfulness at Seribu Tujuan


References

Beach, S. R. 2017. Is mindfulness a religion?. https://www.huffpost.com/entry/is-mindfulnes-a-religion_n_6136612/amp?guccounter=1, diakses 3 Juni 2019.

Doty, J.R. 2016. Into The Magic Shop: Neurosurgeon’s Quest to Discover the Mysteries of the Brain and the Secrets of Heart. Avery, New York: 1—276.

Ergas, O. 2014. Mindfulness in education at the intersection of science, religion, and healing. Critical Studies in Education 55(1): 58–72, http://dx.doi.org/10.1080/17508487.2014.858643

Headspace. 2019. What is mindfulness?. https://www.headspace.com/mindfulness, diakses 30 Mei 2019.

Koenig, H.G. 2009. Research on Religion, Spirituality, and Mental Health: A Review. The Canadian Journal of Psychiatry, 54(5): 283—291.

Lim, D., P. Condon, & D. DeSteno. 2015. Mindfulness and Compassion: An Examination of Mechanism and Scalability. PLoS ONE 10(2): 1—8. doi:10.1371/journal.pone.0118221

Selva, J. 2017. History of Mindfulness: From East to West and From Religion to Science. https://positivepsychologyprogram.com/history-of-mindfulness/, diakses 30 Mei 2019.

Tanaya S.
Blog Contributor