HEADROOM

Kehidupan Setelah Upaya Bunuh Diri: Mengapa kamu bisa bertahan?

24 January 2020 • Bacaan 10 menit
PERINGATAN - Artikel ini berisi informasi tentang bunuh diri, yang mungkin memicu perasaan negatif bagi sebagian orang.

Minggu ini kami membahas tentang kecenderungan bunuh diri dan cara berbincang tentang kecenderungan bunuh diri secara aman. Kami sering menemukan bahwa artikel online yang melaporkan kejadian bunuh diri bisa menjadi pemicu bagi banyak orang; dan jika postingan tentang kejadian bunuh diri bisa memicu bagimu, sebaiknya kamu tidak membaca artikel ini lebih lanjut.

Kita seringkali tidak menemukan cerita tentang alasan seseorang bisa menahan kecenderungan bunuh diri mereka. Oleh karena itu, kami berusaha bertanya kepada mereka yang telah mencoba atau berpikir tentang percobaan bunuh diri tentang; apa yang membuat mereka bertahan? Titik balik apa yang mereka temukan? Mengapa mereka mampu menahannya lebih lama?

Semoga artikel ini memberi harapan dalam satu kesempatan hidupmu yang berharga ini.

"... cobalah duduk bersama orang-orang yang kamu sayangi dan tanyakan kepada mereka apa yang akan mereka rasakan jika saya benar-benar melakukannya. Kamu akan segera menyadari bahwa kamu dicintai lebih daripada yang kamu kira."

“Saya berada pada titik terendah pada tahun 2018. Saya tenggelam dalam kecanduan narkoba dan kehidupan hanya menjadi siklus bagi saya yang sakit dan berusaha menjalani hari. Suatu malam, saya siap untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya menulis semua surat saya memastikan kamar saya bersih. Saya berdiri di tepi tebing yang menghadap ke lautan dengan 8 pil di tangan saya. Baru setelah seseorang menarik sweater saya, saya berakhir di bangsal kesehatan mental.

Butuh terapi bertahun-tahun untuk memahami semuanya, tetapi yang membuat saya tetap hidup hari ini adalah orang-orang di sekitar saya. Saya pikir mereka akan lebih baik tanpa saya, tetapi cobalah duduk bersama orang-orang yang kamu sayangi dan tanyakan kepada mereka apa yang akan mereka rasakan jika saya benar-benar melakukannya. Kamu akan segera menyadari bahwa kamu dicintai lebih daripada yang kamu kira.”

- IS (21)

"Saya ingin tahu apa yang telah hidup ini siapkan untuk saya."

"Saya punya rencana, tetapi saya tidak pernah benar-benar berusaha. Saya berada di tempat yang gelap dan terus menerus berpikir untuk bunuh diri sampai ke titik di mana hal itu memenuhi pikiran saya. Kenyataan bahwa saya memiliki pikiran-pikiran itu saja sangat mengejutkan dan membuat saya takut. Saya berhasil mencari cara untuk bunuh diri dan sudah memilih mana yang terbaik untuk saya. Saya masih tidak percaya bahwa hidup memiliki begitu banyak hal yang bisa diberikan selain rasa sakit, karena hanya itu yang saya tahu sepanjang hidup saya. Tetapi untuk saat ini saya ingin tahu apa yang telah hidup ini siapkan untuk saya, dan sejujurnya rasa ingin tahu ini yang membuat saya bertahan. Saya tidak berharap, tetapi saya ingin tahu dan itu sudah cukup untuk saat ini."

- EW (25)

"...masih ADA harapan. ADA cahaya itu di ujung terowongan, semua PASTI jadi lebih baik."

"Perpisahan yang menyedihkan itulah yang mendorong saya untuk melakukannya. Perpisahan itu menguras perasaan dan saya tidak bisa mengatasi rasa sakitnya. Rasanya seperti dunia berakhir, pada saat itu, itu adalah akhir dunia. Saya tidak bisa memberi tahu apa yang menghentikan saya, karena satu-satunya hal yang menghentikan saya untuk bunuh diri adalah bahwa saya gagal dan dibawa ke rumah sakit sebagai gantinya. Tetapi saya bisa memberi tahu hal-hal yang saya alami, hal-hal yang telah saya lihat dan hal-hal yang saya rasakan sejak saya gagal. Butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih dan butuh segalanya untuk mengubah pola pikir saya. Itu adalah perjalanan yang sulit, tetapi sepadan.

Sekarang, sudah lima tahun sejak percobaan bunuh diri itu. Sekarang saya sudah menikah dan akan memiliki seorang anak. Menikah dengan bahagia, dan jatuh cinta pada pria yang saya butuhkan selama ini. Saya memiliki pekerjaan yang bagus sekarang. Saya merasa puas dan aman. Saya tidak pernah berpikir saya akan memiliki ini, semua ini. Saya tidak pernah berpikir saya akan bahagia. Sejak saat itu saya merasakan kebahagiaan yang tak terukur. Tentu saja, hidup masih sulit dan kadang-kadang masih menyebalkan. Tetapi perasaan menjadi begitu putus asa hingga berpikir lebih baik mati sudah lama hilang. Tapi semua yang saya miliki sekarang, tidak akan pernah terwujud kalau saya berhasil melakukan percobaan bunuh diri itu. Saya tidak mengatakan hidup selalu 180 derajat lebih baik setelah berusaha, yang mau saya katakan adalah bahwa ada harapan. ADA cahaya itu di ujung terowongan, semua PASTI jadi lebih baik. Dan hal ini datang dari seorang wanita yang dulunya sangat sinis dan pesimis tentang kehidupan. Saya tidak bisa menerima kegagalan dengan baik, tetapi untuk sekali ini saya senang bahwa saya gagal atas sesuatu dalam hidup."

- CJ (28)

"Kalau kamu merasa bahwa satu-satunya kesempatan hidupmu tidak berarti, cobalah membuatnya berarti dengan membantu orang lain."

"Beberapa tahun terakhir ini sangat sulit bagi saya. Ketidaknyamanan sekecil apa pun kadang-kadang dapat mengarahkan saya ke sebuah pusaran di mana saya tersesat dalam pikiran saya sendiri dan dengan mudah melihat bahwa hidup tidak ada gunanya.

Menemukan alasan untuk bertahan adalah hal yang sulit, tetapi saya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan seorang wanita cantik di rumah sakit tempat saya bekerja. Dia berkata, 'letakkan tanganmu di dada, masih berdetak, bukan? - Kalau kamu merasa bahwa satu-satunya kesempatan hidupmu tidak berarti, cobalah membuatnya berarti dengan membantu orang lain.'

Itulah cahaya yang menguatkan saya di saat pikiran terasa kabur."

- JB (22)

"Untuk petama kalinya, saya melihatnya. Tepat di depan saya. Dia takut kehilangan saya, seseorang takut kehilangan saya. Dia membuat saya berjanji, dan saya berjanji padanya."

"Itu adalah sesuatu yang sangat tidak penting. Sesuatu yang sangat kecil dibandingkan dengan segala sesuatu yang sedang terjadi, atau setidaknya seperti saat ini. Saya telah menyiapkan tanggal. Saya tahu persis apa yang harus dilakukan jika saatnya tiba. Saya telah menjalankan rencana ini berkali-kali. Tidak ada urusan yang beres, tapi saya sudah siap. Saya punya surat-surat yang tersimpan di kamar dan saya tahu seseorang yang bisa menemukannya suatu hari nanti. Saat semuanya gelap dan tanpa harapan, saya berpikir tidak ada sesuatu yang bisa menghentikan saya.

Suatu malam, sekitar seminggu sebelum itu terjadi, saya menghabiskan waktu bersama pacar saya. "Berjanjilah padaku kamu tidak akan pergi ke mana pun," katanya tiba-tiba. Dia tidak tahu apa yang akan saya lakukan, tetapi dia berkata seperti itu. Untuk pertama kalinya, saya melihatnya. Tepat di depan saya. Dia takut kehilangan saya, seseorang takut kehilangan saya. Dia membuat saya berjanji, dan saya berjanji padanya. Itulah satu-satunya hal yang saya butuhkan untuk bertahan. Saya selalu ingat pandangan matanya saat itu, dan inilah saya hari ini. Karena dia, saya masih di sini."

- JP (23)

"Ibu membuat saya bertahan"

"Ibu membuat saya bertahan. Beliau adalah seorang ibu tunggal. Beliau telah mengalami banyak kehilangan dalam hidupnya dan saya tidak bisa membayangkan bahwa saya akan menimbulkan rasa sakit lainnya. Saya masih berjuang, pikiran saya masih sama dan saya masih merasa kematian adalah satu-satunya hal yang membuat saya terus maju. Tapi ketika saya melihat ibu, saya merasa ada secercah harapan. Saya pikir beliau tidak tahu apa yang terjadi, dan saya mau tetap seperti itu. Terkadang dia meminta saya untuk melakukan beberapa hal, hal-hal kecil, seperti pekerjaan rumah tangga atau menjalankan tugas tetapi itu membuat saya merasa dibutuhkan. Di lain waktu beliau mengatakan bahwa ia senang saya ada di dekatnya dan di lain waktu ia mengatakan bahwa ia bangga pada saya. Bagaimana saya bisa meninggalkannya? Saya masih tidak tahu bagaimana saya akan menyingkirkan pikiran untuk bunuh diri tetapi saya masih di sini hari ini karena ibu saya. Beliau membawa saya ke dunia ini dan beliau juga yang menjaga saya di sini."

- JW (25)

"Saya memilih untuk hidup karena saya punya anak perempuan yang masih membutuhkan saya di sini."

"Saya memutuskan untuk berubah pikiran karena takut. Sejujurnya, saya takut kalau saya gagal dan tidak mati tetapi harus menghadapi konsekuensi seperti kelumpuhan karena percobaan bunuh diri itu, saya akan menjadi beban tambahan bagi keluarga saya.

Sekarang, saya memilih untuk hidup karena saya punya anak perempuan yang masih membutuhkan saya di sini. Saya mau dia tumbuh dengan seorang ayah yang hadir dalam hidupnya, saya mau melihatnya mencapai mimpinya, saya mau ada di sana untuknya ketika dia patah hati dan saya mau mendukungnya dalam segala hal yang dia impikan."

-  Anonim (26)

Apa pun yang sedang kamu alami saat ini, ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian. Hidup bisa suram, sulit, dan buruk; menghempaskanmu ke dasar jurang tapi ketahuilah bahwa ada begitu banyak alasan untuk tetap hidup. Mencari bantuan bukan hanya karena kamu membutuhkannya tetapi juga karena kamu pantas mendapatkan kesempatan itu.

Kalau kamu atau seseorang yang kamu kenal ada dalam bahaya bunuh diri, segera bawa mereka ke rumah sakit atau hubungi layanan darurat di 119. Kalau kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami krisis kesehatan mental, hubungi rumah sakit berikut yang menyediakan dukungan krisis.
  1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565
  2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025, 8320467
  3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841
  4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601
  5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444

Untuk membaca lebih lanjut tentang bantuan, klik di sini.
Untuk membaca lebih lanjut tentang pencegahan bunuh diri di Seribu Tujuan, klik di sini.
Untuk membaca lebih lanjut tentang membicarakan bunuh diri di Seribu Tujuan, klik di sini.
Untuk membaca tentang cara membuka diri tentang perasaan ingin bunuh diri di Atrium, klik di sini.


HEADROOM

Life After a Suicide Attempt: Why did you hold on?

24 Januari 2020 • 10 minute read
TRIGGER WARNING - This article contains information about suicide, which may be upsetting to some people.

This week we talked about suicide and how to communicate about suicide safely. More often than not, we stumble upon articles online reporting suicide. It can get a bit triggering for many and so if posts regarding suicide does trigger you, this may just not be the article for you.

We often don’t get stories about why people held on, and so we thought we’d ask those who have attempted or thought of attempting suicide, what made them stay? What is their light at the end of the tunnel? Why did you hold on longer?

Hopefully this gives you hope in this one precious life of yours.

"...try sitting your loved ones down and asking them what would they feel if I did follow through. You’ll soon realise that you’re loved more than you think."

“I was at my lowest in 2018. I was deep in my drug addiction and life became a cycle of just me in pain and trying to get through the day. One night, I was ready to say goodbye. I written all my letters and I made sure my room was clean. I stood at the edge of a cliff looking to the ocean with 8 pills on my hand. It was not until someone pulled my sweater that I ended up in a mental health ward.

It took me years of therapy to make sense of it all, but what keeps me living today are really the people around me. We think that they’re better off without us but try sitting your loved ones down and asking them what would they feel if I did follow through. You’ll soon realise that you’re loved more than you think.”

- IS (21)

"I am curious of what life has in store for me."

"I had plans, but I never actually attempted. I was in a dark place and I had constant suicidal thoughts to the point where it was overwhelming. The fact that I had those thoughts alone were overwhelming and scared me. I managed to searched up ways to kill myself and I had already choose which one was best for me. I still don’t believe that life has so much more to offer than pain, because that’s all I’ve known all my life. But for now I am curious of what life has in store for me, and if I’m being honest that curiosity is what has stopped me from going through with it. I am not hopeful, but I am curious and that’s enough for now."

- EW (25)

"...there IS hope. There IS that light at the end of the tunnel, it DOES get better."

"A horrible breakup was what prompted me to do it. It was soul-consuming and I couldn’t deal with the pain. It felt like the end of the world, at the time, it was the end of the world. I can’t tell you what stopped me, because the only thing that stopped me from killing myself was that I failed and got taken to the hospital instead. But I can tell you the things I’ve experienced, the things I’ve seen and the things I’ve felt since I failed. It took me years to recover and it took everything out of me to change my mindset. It was a hard journey, but it was a journey that was worth it.

Now, it’s been five years since that attempt and I’m now married with a kid on the way. Happily married, and in love with the man I’ve always needed. I have a great job now. I feel content and secure. I never thought I’d have this, all of this. I never thought I’d be happy. I have felt an immeasurable amount of happiness from time to time since. Of course, life is still hard and it still sucks sometimes. But that feeling of being so hopeless that death seems like a better idea is long gone. But all of this that I have now, I never would’ve gotten to experience them if I had gone through with my plan. I’m not saying life is always 180 degrees better after an attempt, all I’m saying is that there IS hope. There IS that light at the end of the tunnel, it DOES get better. And this is coming from a woman who was once so incredibly cynical and pessimistic about life. I don’t deal with failure well, but for once I was glad that I failed at something in life."

- CJ (28)

"If you feel that your one and only life has no meaning, give it meaning by helping other people."

"These past few years have been a tough one for me. The slightest inconvenience can sometimes tip me over to a spiral where I am lost in my own thoughts and easily see no value in staying alive.

Finding a reason to hold on is a hard one but I had the opportunity to talk to a lovely lady in the hospice I worked in. She said, 'place your hand on your chest, it’s still beating isn’t it? — If you feel that your one and only life has no meaning, give it meaning by helping other people dear.'

That’s the light I still hold on to when it gets hazy."

- JB (22)

"For the first time, I saw it. Right in front of me. He was terrified of losing me, someone was terrified of losing me. He made me promise, and I promised him."

"It was something so insignificant. Something so small compared to everything else that was going on, or at least it seemed like it at the moment. I had a date. I knew exactly what to do when the time comes. I’ve ran over the plans a hundred times over. My affairs weren’t in order, but I was just ready. I had letters stashed in my room and I knew someone, someday would be able to find them. When everything’s dark and hopeless, I didn’t think anything was ever going to stop me.

One night, about a week before it was supposed to happen, my boyfriend at the time was spending the time with me. “Promise me you’re not going to go anywhere,” he said out of nowhere. He didn’t know what I was going to do, but there he was. For the first time, I saw it. Right in front of me. He was terrified of losing me, someone was terrified of losing me. He made me promise, and I promised him. That was the only thing I needed to hold on. I held onto that look on his eyes everyday of my life since, and here I am still today. Because of him, I’m still here."

- JP (23)

"What’s keeping me here is my mom."

"What’s keeping me here is my mom. She’s a single mother. She has lost so much in her life and I can’t bear the thought of being another source of her pain. I’m still struggling, the thoughts are still constant and I still feel like death is the only thing that’s keeping me going. But then I look at my mom and sometimes I feel that flicker of hope. She doesn’t know what’s going on I think and I’d like to keep it that way. Sometimes she asks me to do some things, little things, like household chores or running errands but that makes me feel needed. Other times she tells me she’s glad to have me around and other times she tells me that she’s proud of me. How could I leave her then? I still don’t know how I’m gonna get rid of the thoughts of killing myself but I’m still here today because of my mother. She brought me into this world and she’s also keeping me here."

- JW (25)

"I choose to live because I have a daughter that still needs me here."

"I decided to turn the other way because of fear. To be honest, it was because I was afraid that if I failed and did not die but have to face consequences such as paralysis due to the attempt, I would be more of a burden to my family.

Now, I choose to live because I have a daughter that still needs me here. I want her to grow up with a father present in her life, I want to be able to see her achieve her dreams, I want to be there for her when she gets her heartbroken and I want to support her in everything she wishes to pursue."

-  Anonim (26)

Whatever you are currently going through, know that you are not alone. Life can get bleak, tough and ugly; it’ll kick you to the ground but know that there are so many reasons to stay alive. Seek the help not just because you need it but also because your life deserves that chance.

If you or someone you know is in imminent danger of suicide take them to a hospital or call emergency services on 119.  If you or someone you know is having a mental health crisis, contact the following list of mental health hospitals which are available to provide crisis support.
  1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565
  2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025, 8320467
  3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841
  4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601
  5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444

To read more about seeking help, click here.
To read more about preventing suicide in Seribu Tujuan, click here.
To read more about talking about suicide in Seribu Tujuan, click here.
To read about how to open up about feeling suicidal in Atrium, click here.


Jennifer B.
Blog Contributor
Indigo K.
Blog Contributor