INTRODUKSI

Kesehatan Mental di dunia dan di Indonesia

MULAI

Kesehatan mental secara global

Kesehatan mental lebih umum dari yang kamu pikir. Berikut ini adalah beberapa fakta-fakta global yang dilaporkan oleh WHO¹ dan IHME² seputar kesehatan mental:

  • Pada tahun 2016, dilaporkan bahwa lebih dari 1,1 miliar orang di seluruh dunia memiliki gangguan mental atau penggunaan zat.
  • WHO melaporkan bahwa ada sekitar 20% anak-anak dan remaja di dunia yang berjuang dengan masalah dan gangguan kementalan. Setengah dari gangguan kementalan di dunia dimulai dari sebelum usia 14 tahun.
  • Gangguan mental dan penggunaan zat dilaporkan sebagai penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.
  • Di seluruh dunia ada lebih dari 800.000 orang yang melakukan bunuh diri setiap tahunnya, yang bikin ini menjadi penyebab utama kematian kedua bagi yang berusia 15-29 tahun. Ini berarti dari setiap orang dewasa yang meninggal karena bunuh diri, ada 20 orang lainnya yang mencoba bunuh diri.
  • Ada ketidakadilan dalam distribusi sumber daya manusia terhadap kesehatan mental. Ada kekurangan psikiater, perawat psikiatri, psikolog dan pekerja sosial di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Sudah diketahui bahwa negara-negara berpenghasilan rendah memiliki 0.05 psikiater dan 0.42 perawat psikiatri per kapita.
  • Masih ada kesalahpahaman dan stigma seputar penyakit mental. Meskipun ada upaya dan pengobatan yang efektif untuk mengurangi stigma tersebut, masih ada keyakinan yang konstan bahwa orang-orang dengan masalah kesehatan mental tidak bisa diobati, sulit, tidak cerdas, atau tidak mampu dan lebih rendah dari masyarakat umum. Stigma ini dapat menyebabkan penyalahgunaan, penolakan dan isolasi yang dalam kasus-kasus tertentu dapat menghambat orang-orang dengan masalah kesehatan mental dari mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Juga masih ada masalah yang sedang berlangsung dalam sistem kesehatan akibat penganiayaan dan diskriminasi.

WHO mengidentifikasi 5 kunci hambatan yang perlu diatasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan mental di seluruh dunia:

  1. Tidak adanya kesehatan mental dari agenda kesehatan masyarakat dan implikasi untuk pendanaan
  2. Tidak adanya organisasi untuk layanan kesehatan mental atau kurangnya pendanaan
  3. Kurangnya integrasi dalam perawatan utama
  4. Tidak memadainya sumber daya manusia yang terampil untuk kesehatan mental
  5. Kurangnya kepemimpinan kesehatan mental masyarakat

Kesehatan mental di Indonesia

Menurut penelitian kesehatan nasional Indonesia tahun 2013 (RISKESDAS):³

  • Jumlah keseluruhan orang yang menderita depresi adalah 3,7% dari populasi, ini artinya bahwa dalam jumlah 250 juta penduduk, 9 juta orang menderita depresi di Indonesia.
  • Jumlah keseluruhan gangguan mental emosional seperti depresi dan kecemasan adalah 6% untuk orang berusia 15 tahun ke atas, setara dengan 14 juta orang.
  • Kondisi mental parah seperti skizofrenia memiliki jumlah keseluruhan 1,7 per 1.000 orang, setara dengan sekitar 400.000 orang.

Psikiater terhadap rasio populasi

Pada tahun 2014, WHO melaporkan bahwa rasio psikiater dengan populasi di Indonesia yaitu 0,01 berbanding 100.000 orang. Data dari Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa jumlah psikiater yaitu sekitar 600-800 orang di seluruh Indonesia. Jika ditugaskan, setidaknya satu psikiater harus mengurus 300.000 – 400.000 pasien.

Cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan mental di Indonesia adalah dengan melibatkan berbagai sektor karena kesehatan mental ini disebabkan oleh beberapa faktor: biologis, lingkungan, ekonomi dan gaya hidup. Untuk mencapai efektivitas yang optimal, Indonesia perlu menggunakan strategi yang meliputi promosi, pencegahan, penyembuhan dan rehabilitasi. Akan sangat lebih baik apabila organisasi kesehatan mental, pemerintah dan masyarakat bekerja sama untuk menciptakan perubahan.

Sumber

¹ World Health Organization. (2014, 08). Mental Health: a state of well-being . Retrieved from World Health Organization: http://www.who.int/features/factfiles/mental_health/en/

² Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME). (2016). Global Burden of Disease Study 2017.Seattle: Global Burden of Disease Collaborative Network.

³ BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI. (2013). RISET KESEHATAN DASAR 2013.Jakarta: KEMENTERIAN KESEHATAN RI.

Ayuningtyas, D., Misnaniarti, & Rayhani, M. (2018). ANALISIS SITUASI KESEHATAN MENTAL PADA MASYARAKAT DI INDONESIA DAN STRATEGI PENANGGULANGANNYA. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakyat, 9(1), 1-10.

Irmansyah, I., Prasetyo, Y., & Minas, H. (2009). Human rights of persons with mental illness in Indonesia: more than legislation is needed. International Journal Of Mental Health Systems, 3(1), 14. doi: 10.1186/1752-4458-3-14

Jones, S. (2018). 'Living in hell': mentally ill people in Indonesia chained and confined. Retrieved from https://www.theguardian.com/global-development/2016/mar/21/living-in-hell-indonesia-mentally-ill-people-chained-confined-human-rights-watch-report

Lu, Y. (2010). Mental health and risk behaviours of rural–urban migrants: Longitudinal evidence from Indonesia. Population Studies, 64(2), 147-163. doi: 10.1080/00324721003734100

Saragih Turnip, S., Sörbom, D., & Hauff, E. (2015). Predicting positive mental health in internally displaced persons in Indonesia: the roles of economic improvement and exposure to violent conflict. Psychology, Health & Medicine, 21(3), 286-294. doi: 10.1080/13548506.2015.1051554