Memahami Kesehatan Mental

Depresi

MULAI

Apa itu depresi?

Depresi secara negatif mempengaruhi perasaanmu, cara berpikir dan bagaimana kamu bertindak. Depresi menyebabkan perasaan sedih, hilangnya minat dan dapat mengakibatkan berbagai masalah emosional dan fisik. Depresi diderita 7% orang dewasa setiap tahun, dan satu dari enam orang akan mengalami depresi pada satu titik dalam hidup mereka. Depresi dapat muncul pada usia berapapun namun sering terjadi pada akhir masa remaja hingga pertengahan umur 20an. Wanita lebih rentan mengalami depresi dibandingkan pria.

Kejadian hidup tertentu, seperti kehilangan orang yang dicintai atau akhir hubungan, dapat menyebabkan gejolak emosional yang signifikan dan konsisten pada seseorang. Berduka, walaupun mirip, berbeda dengan depresi. Ketika seseorang berduka, perasaan sakit sering muncul dalam bentuk gelombang dan tercampur dengan pikiran positif. Sedangkan, depresi adalah mood rendah yang persisten sepanjang hari. Selain itu, depresi menyebabkan perasaan rendah diri dan membenci diri sendiri, yang tidak ditemukan dalam proses berduka. Kejadian traumatik dapat menyebabkan depresi namun walaupun perasaan yang dihasilkan dapat serupa, tapi berbeda.

Dalam konteks klinis, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) mendefinisikan depresi sebagai berikut:

Seorang individu harus mengalami lima atau lebih dari gejala berikut selama periode 2 minggu, paling tidak satu dari gejala tersebut adalah (1) mood depresi atau (2) hilangnya minat atau gairah:

  1. Mood depresi hampir sepanjang hari
  2. Hilangnya minat atau gairah pada semua/hampir semua aktivitas sepanjang hari hampir setiap hari
  3. Penurunan atau kenaikan berat badan signifikan tanpa diet atau penurunan/peningkatan nafsu makan hampir setiap hari
  4. Pikiran menjadi lambat dan pengurangan gerakan fisik
  5. Rasa lelah atau berkurangnya energi hampir setiap hari
  6. Perasaan rendah diri atau rasa bersalah yang berlebih atau tidak beralasan hampir setiap hari
  7. Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau kebimbangan hampir setiap hari
  8. Pikiran rekuren tentang kematian, munculnya ide bunuh diri tanpa rencana, percobaan bunuh diri, atau rencana spesifik untuk bunuh diri

Penyebab depresi

Tidak ada satu penyebab tunggal depresi, namun beberapa faktor bisa menyebabkannya. Penyebab depresi berbeda antara setiap orang dan penyebab-penyebab tersebut dapat memicu munculnya depresi pada seseorang, namun tidak pada orang lain.

Ada beberapa faktor risiko untuk depresi:

  • Faktor lingkungan seperti kejadian hidup yang traumatik atau stres.
  • Faktor biologis seperti ketidakseimbangan hormon di otak.
  • Genetik: Depresi bisa menurun dalam keluarga.
  • Kepribadian: Orang dengan kepercayaan diri rendah, orang yang tidak tahan stres, atau secara umum pesimis lebih rentan menderita depresi.

Tanda dan gejala

Depresi diekspresikan dengan cara yang berbeda antara setiap individu, namun ada beberapa tanda dan gejala umum. Depresi bisa bervariasi, mulai dari mood rendah persisten ringan hingga berat dimana orang bisa melakukan bunuh diri. Tanda dan gejala depresi antara lain:

  • Merasa sedih atau mati rasa selama 2 minggu atau lebih
  • Kehilangan minat dalam aktivitas yang dulunya disukai
  • Tidak mendapatkan gairah yang cukup dari berbagai hal
  • Sulit berkonsentrasi
  • Gambaran dan pikiran tentang diri yang negatif
  • Kurangnya energi
  • Perasaan diri tidak berharga atau rasa bersalah
  • Pikiran menyakiti diri sendiri atau bunuh diri
  • Merasa putus asa dan tidak ada harapan
  • Merasa terisolasi dan sendiri
  • Sulit mengingat hal-hal
  • Sulit tidur
  • Perubahan nafsu makan
  • Penurunan atau kenaikan berat badan

Tipe depresi

Depresi terdapat dalam berbagai bentuk yang memiliki gejala dan tanda yang serupa namun ada beberapa perbedaan kecil.

Depresi Mayor adalah istilah teknis yang digunakan untuk menggambarkan tipe depresi yang paling umum oleh profesional. Ini merujuk pada episode depresi yang berlangsung dua minggu atau lebih yang mempengaruhi secara negatif mempengaruhi fungsi sehari-hari. Gejalanya bisa ringan, sedang atau berat.

Distimia (juga disebut Kelainan Depresif Persisten) memiliki gejala serupa dengan depresi mayor, namun gejalanya lebih ringan dan lebih persisten, dan terjadi sudah paling tidak dua tahun.

Melankolia adalah depresi yang berat berakar dalam biologi. Individu bisa diobservasi bergerak lebih lambat dan juga lebih berkemungkinan kehilangan minat atau gairah dalam segala hal atau hampir segala hal.

Depresi Psikotik adalah bentuk depresi yang lebih langka dimana faktor psikotik juga bermain, menyebabkan individu yang depresi juga kehilangan sentuhan dengan kenyataan dan mengalami psikosis. Ini sering melibatkan halusinasi, delusi atau paranoia.

Depresi Antenatal dan Postnatal berhubungan dengan kehamilan. Wanita menunjukkan peningkatan risiko depresi selama kehamilan (dikenal dengan depresi antenatal) dan setahun setelah melahirkan (dikenal sebagai depresi postnatal).

Seasonal affective disorder (SAD) adalah kelainan mood yang mengikuti pola musiman. Penyebabnya belum jelas, namun dicurigai berhubungan dengan perubahan kadar paparan terhadap cahaya pada berbagai musim. SAD dikarakteristikkan dengan depresi yang dimulai dan berakhir selama satu musim, dengan depresi selama musim dingin adalah bentuk yang paling umum dari SAD. Ini lebih jarang terjadi pada negara yang tidak mengalami periode gelap yang lama selama musim dingin.

Terapi dan Dukungan

Depresi adalah salah satu kelainan mental yang paling dapat dikontrol ataupun disembuhkan – antara 0-90% orang dengan depresi akan merespon baik terhadap pengobatan¹. Ada dua cara utama untuk mengobati depresi, yaitu psikoterapi dan obat -- kombinasi keduanya juga merupakan opsi yang baik.

Psikoterapi adalah lini pertama pengobatan depresi. Untuk depresi yang lebih ringan, psikoterapi saja mungkin cukup untuk pengobatan yang berhasil. Untuk depresi yang lebih berat, psikoterapi dan obat digunakan bersama-sama. Ada beberapa jenis psikoterapi tapi memiliki tujuan yang sama yaitu mengubah pikiran dan perilaku individu dengan mengajarkan mereka strategi untuk mengatasi penyakit mereka. Terapi ini berputar pada menantang pola berpikir yang salah dan membantu membangun ketahanan dan pemecahan masalah.

Antidepresan adalah obat yang bisa membantu memperbaiki ketidakseimbangan di otak dan sehingga mengontrol gejala depresi. Banyak jenis obat yang ditemukan membantu individu dengan depresi, namun fungsinya dapat berubah dari orang ke orang. Akibatnya, menemukan antidepresan yang tepat untuk seorang individu mungkin memerlukan beberapa percobaan berbagai obat sebelum menemukan obat yang tepat.

Mendukung seseorang yang menderita depresi bisa sangat sulit. Sering terjadi orang-orang tidak mendiskusikan masalah kesehatan mental mereka, sehingga mungkin perlu bagi seseorang yang berusaha untuk mendukung individu dengan depresi untuk membicarakan kekhawatiran mereka dengan mereka. Salah satu langkah awal adalah mengkonfirmasi bahwa ada masalah, sehingga menemukan waktu yang tepat bagi mereka untuk terbuka dalam pembicaraan sangat penting. Memberikan wawasan yang kamu miliki mengenai pikiran bisa membantu seorang penderita menyadari bagaimana keadaan internal mereka bisa mempengaruhi diri mereka sendiri dan orang disekitar mereka. Menyarankan individu tersebut mencari bantuan dan menawarkan pergi bersama mereka bisa membantu seseorang yang mungkin tidak akan pergi ke dokter jiwa.

Orang depresi lebih rentan menarik diri dari situasi sosial. Mengundang mereka ke acara sosial dan berusaha menghabiskan waktu bersama mereka adalah cara yang bagus untuk mendukung mereka, terutama karena perasaan isolasi adalah gejala umum dari depresi. Dukungan bisa sekedar mendengarkan seseorang yang depresi ketika mereka ingin berbicara. Selalu siap dan sabar juga adalah bagian penting dari menjadi suportif. Memiliki waktu untuk berbicara dan mendengarkan memberikan perasaan memiliki ruang aman bagi seseorang dengan depresi. Ini memberikan mereka tempat untuk mencari bantuan sehingga mereka tidak harus mengatasi masalah kesehatan mental mereka seorang diri. Menyembuhkan depresi memerlukan waktu – individu yang menderita memerlukan bantuan dan cinta dari orang di sekitar mereka. Kesabaran sangat penting karena depresi tidak akan sembuh dalam satu malam dan individu yang depresi mungkin memerlukan waktu sebelum mereka mulai merasa lebih baik dan kembali menjadi diri mereka sendiri.

Bagi orang yang menderita depresi, membantu diri sangat penting untuk sembuh. Mencari bantuan profesional adalah salah satu cara terbaik untuk membantu diri sendiri, namun juga ada perilaku sehari-hari yang bisa membantu. Melakukan gaya hidup yang sehat bisa membantu depresi, mengkonsumsi diet yang seimbang dan beraktivitas fisik rutin bisa menurunkan gejala fisik dari depresi. Mengurangi stres dan memiliki mekanisme stres yang sehat juga bisa mengurangi gejala. Ini adalah hal-hal yang bisa dibantu oleh orang dekat untuk dicapai bersama-sama.

Sumber