Memahami Kesehatan Mental

Narkoba, Alkohol, dan Kesehatan Mental

MULAI

Narkoba, alkohol, dan kimia otak

Alkohol dan narkoba mengubah kimia otak, yang menghasilkan efek yang kita rasakan. Ketika kimiawi otak kita kembali ke semula, efeknya akan memudar. Alkohol dan narkoba dapat memberi efek positif terhadap mood kita dalam jangka pendek, namun mengkonsumsi alkohol atau narkoba terus menerus telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan mental dan kesehatan karena mendorong perubahan dalam otak dan tubuh. Ketergantungan pada alkohol atau narkoba sangat berpengaruh pada kesehatan mental, sehingga penanganan penyalahgunaan zat menjadi bagian penting untuk pemulihan dan pencegahan masalah kesehatan mental.

Pengaruh narkoba dan alkohol terhadap kesehatan mental

Narkoba dan alkohol memiliki hubungan yang kompleks dengan kesehatan mental, di mana penyalahgunaan zat sering terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan mental. Penggunaan narkoba dan alkohol dapat memperburuk masalah kesehatan mental, di mana banyak orang beralih ke narkoba dan alkohol sebagai jalan keluar sementara dari masalah mereka. Namun, rasa lega ini hanya bersifat sementara dan baik narkoba maupun alkohol dapat memperburuk masalah kesehatan mental dan membuat ketagihan, dan akhirnya menyebabkan masalah yang lebih kompleks.

Penggunaan narkoba atau alkohol yang berkelanjutan dapat menghasilkan efek merugikan bagi kesehatan mental kita dengan dua cara. Pertama, penyalahgunaan zat dapat merusak kemampuanmu untuk berfungsi dengan baik sebagai individu maupun secara sosial. Kedua, penyalahgunaan zat dapat mengubah cara kerja otak kita, yang menyebabkan kecanduan dan masalah lanjutan.

Dengan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal, penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu kehidupan seseorang. Masalah kecanduan dapat mengubah kehidupan sehari-hari, mengganggu kemampuan individu untuk melakukan tugas-tugas yang perlu dilakukan setiap hari, dan mengganggu hubungannya dengan keluarga dan teman. Waktu yang mungkin dapat digunakan untuk komunitas atau teman dan keluarga akan dihabiskan karena kecanduan, menyebabkan terjadinya isolasi sosial yang dapat memperburuk masalah kesehatan mental serta membuat kecanduan lebih sulit untuk dihadapi dan disembuhkan. Kecanduan juga menghabiskan banyak waktu dan energi, dan menyebabkan menghambat kemampuan untuk merawat diri sendiri dan mempertahankan gaya hidup sehat yang penting untuk menjaga kesehatan jiwa. Kecanduan dapat mengganggu ritme kehidupan kita dengan mengganggu pola tidur dan makan kita, yang berakibat pada peningkatan rasa stres bagi tubuh, dan pada akhirnya menambah tekanan lain yang dapat memperburuk masalah kesehatan mental.

Meskipun sesekali menggunakan alkohol atau obat-obat terlarang dapat membantu menenangkan seseorang dan menumbuhkan rasa nikmat, penggunaan jangka panjang yang terus-menerus dapat merusak kesehatan mental dan dapat memiliki efek berkelanjutan pada otak dan tubuh. Penggunaan alkohol atau narkoba yang berlanjut mengubah keseimbangan kimiawi dan hormonal otak. Karena itu, seseorang dengan masalah penyalahgunaan zat mungkin hanya merasa 'normal' ketika mereka mengonsumsi zat tersebut. Hal ini pada gilirannya dapat memperpanjang penyalahgunaan zat dan masalah kesehatan mental yang mungkin berkontribusi terhadap penyalahgunaan zat.

Studi ilmiah telah menemukan bahwa ketergantungan terhadap alkohol sering berhubungan dengan depresi dan gangguan mood lainnya. Meminum alkohol untuk meringankan mood telah ditemukan berkaitan dengan pengembangan ketergantungan alkohol, dan bertahannya ketergantungan tersebut. (Crum, Mojtabai et al. 2013). Penelitian lainnya juga menemukan bahwa sepertiga dari orang yang mengalami gangguan penggunaan alkohol memiliki setidaknya satu gangguan kesehatan mental (Burns, Teeson, 2002). Selain itu, studi telah membuktikan adanya hubungan antara amfetamin, penggunaan opioid dan ganja dan masalah kesehatan mental (Baker, Lee, Claire et al 2004) (Burns, Martyres, Clode, Boldero 2004) (Rey, Sawyer, Raphael, Patton Lynskey 2002).

Penarikan dan pengaruhnya terhadap kesehatan mentalmu

Penarikan disebabkan oleh perubahan pada otak kita ketika beradaptasi dengan penggunaan narkoba/alkohol secara konsisten. Penggunaan alkohol dan narkoba yang sering dan terus-menerus mengubah lingkungan kimia yang berfungsi di otak kita. Otak beradaptasi untuk berfungsi di keadaan baru ini dengan mengubah keseimbangan hormon dan zat kimia yang dihasilkannya agar sesuai dengan keadaan tersebut. Mengurangi atau berhenti menggunakan zat-zat ini mengubah keadaan yang telah disesuaikan dengan fungsi otak. Inilah yang menyebabkan gejala penarikan. Ketika otak mulai beradaptasi untuk kembali berfungsi tanpa efek alkohol atau narkoba, gejalanya akan memudar. Gejala penarikan berbeda bagi setiap zat, individu, dan juga dipengaruhi oleh jumlah zat yang dikonsumsi. Gejala penarikan dapat berupa gejala ringan, seperti rasa cemas, sakit kepala, insomnia, dan mual, hingga gejala berat seperti rasa bingung, demam, dan delirium. Pada umumnya, meningkatnya penggunaan alkohol dan narkoba menyebabkan gejala yang lebih berat. Gejala-gejala ini dapat diatasi dan seringkali seiring dengan waktu gejala tersebut akan pudar. Rasa cemas, depresi, dan marah dapat menjadi gejala penarikan diri yang mempengaruhi kesehatan mental secara negatif. Namun, stres yang disebabkan oleh penarikan juga dapat memperburuk masalah kesehatan mental saat penarikan berlangsung. Dukungan teman dan keluarga sangatlah penting dalam periode ini, karena hal ini merupakan salah satu fase terberat pada saat pengurangan konsumsi narkoba/alkohol. Adanya jaringan bantuan dapat membantu melewati masa penarikan. Selain itu, memiliki coping mechanism-mu sendiri dapat membantu kamu melewati masa sulit ini. Adanya lingkungan yang nyaman juga dapat banyak membantu saat proses penarikan. Jika memungkinkan, cobalah mencari tempat yang tenang dengan suasana positif untuk mengurangi kontak dengan orang lain. Cobalah menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman yang dapat mendukungmu dan makan makanan yang sehat serta cukup minum yang akan membantu tubuh Anda menyesuaikan diri. Jika mengalami gejala berat, carilah bantuan dari tenaga medis profesional.

Jenis-jenis narkoba

Stimulan

Stimulan merupakan tipe narkoba yang meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat. Stimulan menyebabkan pengguna merasa energik dan gembira. Stimulan juga meningkatkan kewaspadaan, detak jantung, tekanan darah, pernapasan dan kadar glukosa darah.

Contoh: Kokain, kafein, MDMA, metamfetamin,

Halusinogen

Halusinogen adalah narkoba yang mengubah persepsi seseorang mengenai lingkungan sekitarnya dengan mengubah cara seseorang melihat, mendengar, merasakan, mencium atau merasakan. Halusinogen bekerja dengan mengganggu komunikasi di dalam otak.

Contoh: Psilocybin (jamur ajaib), LSD

Depresan

Depresan adalah narkoba yang mengurangi aktivitas dalam sistem saraf pusat. Obat-obatan ini memberi rasa tenang pada pengguna.

Contoh: Alkohol, ganja, opioid (sebagai contoh, heroin).

Disosiatif

Disosiatif adalah narkoba yang mengubah persepsi realita pengguna, yang menyebabkan pengguna merasa seakan terpisah dari tubuh mereka. Mereka bekerja dengan mengganggu reseptor kimia otak.

Contoh: Ketamin, Dekstrometorfan (DXM), Phencyclidine (PCP)

Opioid

Opioid adalah penghilang rasa sakit yang dapat menghasilkan rasa euforia. Opioid umumnya digunakan sebagai penghilang rasa sakit, namun mereka bisa menjadi sangat adiktif.

Contoh: Heroin, morfin, hidrokodon, opium, vicodin, oxycontin, kodein

Inhalansia

Inhalansia sebagian besar terdiri dari barang-barang rumah tangga yang menghasilkan perasaan euforia singkat. Inhalansia dihirup sebagai gas atau asap.

Contoh: Asap dari spidol, cat, pengencer cat dan lem, dinitrogen oksida, semprotan aerosol

Merefleksikan kebiasaan

Sebaiknya, kita perlu merenungkan dan menyadari perilaku penggunaan alkohol dan narkoba. Penyalahgunaan zat dapat dihentikan sebelum memburuk, tetapi hanya jika orang itu menyadari adanya masalah tersebut. Ada kemungkinan seseorang tanpa sadar memiliki masalah dengan narkoba atau alkohol. Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat digunakan untuk merefleksikan penggunaanmu.

  • Mengapa saya mengonsumsi narkoba dan alkohol?
  • Apakah saya mencoba meringankan mood saya atau melarikan diri dari sesuatu?
  • Seberapa sering saya mengonsumsi narkoba atau alkohol?
  • Ketika saya mengonsumsinya, apakah konsumsi saya berlebihan?
  • Apakah konsumsi saya membahayakan diri sendiri atau orang lain?
  • Apakah saya menginginkan alkohol atau narkoba?
  • Apakah konsumsi saya terus meningkat?
  • Bisakah saya mengontrol konsumsi saya?
  • Apakah ini mempengaruhi aspek lain dalam hidup saya?
  • Apakah tingkat energi saya berubah?
  • Apakah mood saya terpengaruh?

Bertindak untuk mengubah kebiasaan

Mengubah kebiasaan konsumsi alkohol dan narkoba tidak mudah dan membutuhkan komitmen dan waktu, namun dampak positif dari pengurangan konsumsi alkohol dan narkoba bagi tubuh dan pikiran akan membawa banyak manfaat. Jika masalah narkoba atau alkohol adalah akibat dari penyakit kesehatan mental, untuk berhasil mengatasi masalah narkoba/alkohol, penyakit mental juga perlu ditangani untuk pemulihan yang maksimal. Pengurangan kebiasaan konsumsi narkoba dan alkohol bisa sulit dan banyak orang kerap menemui halangan. Penting untuk menyadari bahwa ini hal yang normal dan perlu kesabaran, karena mengubah kebiasaan membutuhkan waktu dan munculnya rintangan merupakan hal yang umum terjadi. Menemui seorang profesional atau konselor dapat bermanfaat karena mereka dapat membantu membuat strategi untuk membantumu. Memiliki komunitas yang memberi dukungan kuat di sekitar kamu dapat membantu kamu mengubah kebiasaan. Dukungan dari teman dan keluarga sangatlah penting karena mereka dapat membantu memotivasi, mendorong, dan meyakinkanmu saat kamu mencoba untuk mengurangi konsumsi alkohol dan narkoba. Informasi yang bisa membantu juga dapat ditemukan secara online.

Beberapa strategi untuk mengurangi penggunaan narkoba/alkohol meliputi:

  • Berusaha untuk tidak menggunakan narkoba/alkohol saat merasa sedih atau cemas
  • Menetapkan tujuan pribadi untuk mengurangi narkoba/alkohol
  • Tidak menyimpan narkoba/alkohol di rumah
  • Menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga yang tidak menggunakan narkoba/alkohol
  • Menghindari situasi yang dapat memicu kamu untuk konsumsi narkoba atau minum berlebihan
  • Tidak minum atau mengonsumsi narkoba sendirian
  • Mengurangi jumlah yang dikonsumsi; menetapkan batas harian/mingguan/bulanan dapat membantu
  • Menemukan metode alternatif untuk mengatasi stres dan rasa cemas seperti meditasi, olahraga, atau melakukan aktivitas yang disukai
  • Merawat kesehatan fisik dengan makan secara teratur dan baik serta minum air dan berolahraga secara teratur

Pemulihan

Ada beberapa prinsip penting pemulihan dari perjalanan pemulihan; memikirkan prinsip tersebut dan bagaimana mereka berlaku bagi kamu dapat membantu dalam perjalananmu sendiri.

  • Ada banyak jalan menuju pemulihan
  • Pemulihan melibatkan pengakuan pribadi akan perlunya perubahan dan transformasi
  • Pemulihan bersifat holistik
  • Pemulihan memiliki dimensi budaya
  • Pemulihan ada pada kontinum peningkatan kesehatan dan kesejahteraan
  • Pemulihan muncul dari harapan dan rasa terima kasih
  • Pemulihan melibatkan proses penyembuhan dan redefinisi diri
  • Pemulihan meliputi mengatasi masalah diskriminasi, rasa malu, dan stigma
  • Pemulihan didukung oleh rekan-rekan dan teman-teman
  • Pemulihan melibatkan bergabung (kembali) dan membangun (kembali) kehidupan di masyarakat
  • Pemulihan adalah suatu realita

Sumber

Baker, A., Lee, N. K., Claire, M., Lewin, T. J., Grant, T., Pohlman, S., Carr, V. J. (2004). Drug use patterns and mental health of regular amphetamine users during a reported ‘heroin drought.’ Addiction, 99(7), 875–884

Burns, J. Martyres, R. Clode, D. Boldero, J. (2004) Overdose in young people using heroin: associations with mental health, prescription drug use and personal circumstances. Medical Journal of Australia. Volume 11 Issue 7

Burns, L. Teesson, M.s (2002). Alcohol use disorder comorbid with anxiety, depression and drug use disorders. Findings from the australian national survey of mental health and well being. Drug and Alcohol Dependance, Volume 68 Issue 3.

Beyond Blue - Drugs alcohol and mental health https://www.beyondblue.org.au/the-facts/drugs-alcohol-and-mental-health

Crum, R. M., Mojtabai, R., Lazareck, S., Bolton, J. M., Robinson, J., Sareen, J., Green, K. M., Stuart, E. A., La Flair, L., Alvanzo, A. A., … Storr, C. L. (2013) A prospective assessment of report of drinking to self-medicate mood symptoms with the incidence and persistence of alcohol dependance. JAMA psychiatry. 70(7). 718-726

Rey, J. Sawyer, M. Raphael, B. Patton, G. Lynskey, M. (2002) Mental health of teenagers who use cannabis Australian survey. British Journal of Psychiatry Volume 180

Sheedy, CK. Whitter, M. (2009) Guiding principles and elements of recovery-oriented systems of care: What do we know from the research? Centre for Substance abuse treatment, substance abuse and mental health services administration