Memahami Kesehatan Mental

Skizofrenia

MULAI

Apa itu skizofrenia?

Skizofrenia adalah salah satu penyakit atau kelainan psikis yang mengganggu kerja otak sehingga tidak berfungsi secara normal, mengakibatkan seseorang memiliki pemikiran atas pengalaman yang lain dari realita atau tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Skizofrenia menyebabkan psychosis atau kelainan seperti halusinasi dan delusi disertai dengan hilangnya ekspresi dan motivasi.

Kelainan/penyakit ini menyebabkan seseorang tidak mampu mengendalikan emosinya, mengganggu konsentrasi, tidak dapat mengambil keputusan sehingga sangat tergantung pada orang lain.

Apabila tidak mendapat perhatian atau pengobatan, skizofrenia dapat menghambat potensi dan aspek yang dimiliki seseorang, dan juga mengakibatkan kegagalan dalam hidupnya.

Dari seluruh populasi di dunia ini, kurang lebih 1% menderita skizofrenia. Skizofrenia dapat terjadi pada pria dan wanita dengan tingkat yang sama. Gejala dan tanda-tanda yang muncul terlihat sama bagi kedua jenis kelamin tetapi, pada pria terlihat pada usia remaja (saat umur belasan tahun) sedangkan pada wanita akan tampak pada usia lebih dewasa (pada umur 20-tahunan). Pada saat ini, skizofrenia masih belum dapat disembuhkan, tetapi dengan pengobatan dan terapi, diharapkan gejala atau simptomnya dapat diatasi bahkan diperbaiki.

Penyebab skizofrenia

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya skizofrenia pada seseorang hanya diketahui sebagian saja, yaitu kombinasi dari faktor genetik, stress pada prenatal dan lingkungan.  Dari faktor-faktor tersebut, faktor yang paling memiliki resiko paling tinggi adalah apabila seseorang diantara keluarga kandung mempunyai kelainan skizofrenia. Sebuah studi¹ mengungkapkan bahwa anak berisiko 13% apabila memiliki satu orang tua skizofrenia, dan 35%-40% berisiko skizofrenia apabila memiliki kedua orang tuanya skizofrenia. Faktor genetik jelas memiliki peran dalam menyebabkan kelainan ini, namun kontribusi jenis spesifik gen sangatlah tidak berarti, melainkan diketahui dari beberapa teori dan penelitian bahwa interaksi antara ribuan gen bahkan ribuan inilah yang menyebabkan kelainan skizofrenia.

Faktor lingkungan yang mempunyai variasi situasi juga dapat menimbulkan skizofrenia terjadi. Infeksi saat Prenatal dan kekurangan oksigen pada masa didalam kandungan (fetus) dapat menambah resiko terkena kelainan skizofrenia. Menggunakan ganja (narkoba) untuk seseorang yang rentan terhadap psychosis, juga dapat menimbulkan kelainan skizofrenia ini.

Pada sebuah penelitian yang menarik, ditemukan bahwa seorang ibu yang mengalami depresi saat mengandung juga dapat menyebabkan bayi yang dikandungnya menderita kelainan skizofrenia. Namun hal ini terjadi jika ibunya cenderung memiliki psychosis, tetapi tentunya mengalami depresi saja saat hamil saja dan tanpa psychosis, tidak dapat menyebabkan skizofrenia pada bayinya. Penelitian yang masih berjalan saat ini adalah melihat interaksi bermacam-macam gen tersebut dan pengaruh lingkungan terhadap seseorang sehingga menyebabkan skizofrenia. Walaupun sudah diketahui beberapa faktor penyebab skizofrenia ini, tetapi masih banyak lagi penelitian yang harus dilakukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.

Gejala dan tanda-tanda skizofrenia

Pada umumnya kasus skizofrenia ini muncul secara perlahan, dengan beberapa tanda dan gejala yang timbul, mengakibatkan melemahnya atau mendisfungsikan kehidupan penderita. Keluarga dan teman-teman dekatnya dapat melihat/merasakan perubahan tersebut, tetapi tidak dapat mengenali ataupun mengetahui hal yang terjadi secara pasti.

Tanda-tanda yang biasanya terjadi pada skizofrenia adalah depresi, menutup diri, rasa curiga yang berlebihan, menimbulkan permusuhan, tidak memperhatikan kebersihan dirinya, tatapan kosong, tidak dapat mengekspresikan kesedihan atau kebahagiaan, tidur yang berlebihan atau sebaliknya, yaitu susah tidur, sulit untuk konsentrasi, dan mengeluarkan pendapat/pernyataan yang terasa ganjil (aneh) dan tidak tepat.

Simptom dari skizofrenia sangat berbeda pada seorang penderita dari penderita lainnya dan dengan waktu yang berjalan dapat berubah jenis serta tingkat keparahan simptom tersebut. Ada 3 (tiga) kategori simptom pada skizofrenia: simptom positif, simptom negatif, pembauran dari kedua symptom tersebut (Disorganised Symptom/tidak teratur). Seorang skizofrenia dapat memiliki kombinasi dari simptom-simptom yang ada.

Simptom Positif

Simptom Positif ini merupakan pengalaman baru pada kehidupan penderita, yang terdiri dari 2 golongan:

Halusinasi: Golongan dari Simptom positif ini merupakan gejala umum bagi penderita skizofrenia. Mereka mengalami suatu sensasi lain yang dianggap nyata atau benar-benar terjadi, dan ternyata hanya ada dalam pikiran mereka saja. Tipe halusinasi yang paling umum adalah mendengar suara-suara yaitu Auditory Hallucinations. Keadaannya dapat menjadi lebih parah saat penderita sendirian.


Delusi: Delusi merupakan golongan kedua dari Simptom Positif. Delusi adalah gangguan yang menyebabkan seseorang meyakini sesuatu walaupun hal tersebut tidak terjadi. Delusi tentunya sangat umum terjadi pada penderita skizofrenia, dengan bentuk yang bervariasi, tidak masuk akal, bizzare dan hanya khayalan semata. Tipe-tipe Delusi:

  • Delusion of persecution: meyakini adanya orang lain yang akan menganiaya dirinya
  • Delusion of reference: meyakini sesuatu atau kejadian yang tidak berbahaya sama sekali ditujukan pada dirinya. Contoh : Dirinyalah yang menjadi sasaran pada sebuah pesan di suatu papan iklan.
  • Delusion of grandeur: pada tipe ini, seseorang meyakini bahwa ia merupakan orang terkenal dan menjadi orang penting karena kontribusinya, terkadang merasa memiliki kekuasaan seperti dewa atau nabi.
  • Delusion of control: meyakini bahwa pemikiran atau tindakannya dikuasai oleh suatu kekuatan eksternal

Simptom Negatif

Simptom negatif mengacu pada suatu kemampuan seseorang yang sudah tidak ia miliki lagi.

  • Tidak menemukan kebahagiaan pada aktivitas sebelumnya
  • Tidak terdapat ekspresi
  • Tidak terdapat emosi atau adanya emosi yang tidak pantas
  • Tidak tertarik untuk membina relasi yang baik dengan orang lain disekitarnya
  • Mengabaikan diri sendiri, seperti tidak memperhatikan kebersihan dirinya
  • Tidak ada semangat/tidak energetik

'Disorganised Symptoms'/Pembauran Simptom

Pada skizofrenia terlihat adanya kesulitan untuk berkonsentrasi dan cara berpikir. Kedua hal ini dapat memperlihatkan suatu perilaku yang tidak sewajarnya. Contoh:

  • Mengganti topik pembicaraan secara cepat dan tidak ada hubungannya antara topik yang satu dengan yang lainnya.
  • Menciptakan atau menggunakan kata-kata sulit, hanya orang tersebut yang mengetahui artinya
  • Mengulang-ulang perkataan dan kalimatnya
  • Memberikan respons dari suatu kejadian yang tidak dapat diprediksi dan tidak pantas
  • Menunjukkan tingkah laku yang tidak patut dan tidak bermanfaat
  • Tidak dapat mengontrol dan menahan diri
  • Menolak kegiatan sehari-hari yang bermanfaat

Terapi dan dukungan

Skizofrenia dapat di terapi, tetapi tidak dapat disembuhkan, walaupun satu simptom sudah dapat dihilangkan, tetapi sebaiknya supaya mendapatkan hasil yang maksimal terapi dilanjutkan dalam waktu yang lama. Terapi skizofrenia yang sukses membutuhkan pendekatan secara holistik, fokus pada perbaikan psikologisnya, mengkonsumsi obat-obatan, ikut serta mengambil bagian pada jaringan/organisasi yang dapat memberi dukungan pada penderita S, mengubah gaya hidup. Dengan pengobatan / terapi yang tepat simptom dapat berangsur-angsur pudar, bahkan hilang. Terapi/pengobatan harus disesuaikan dengan masing-masing penderita/individu supaya lebih efektif.

Medikasi (obat-obatan) dan terapi psikologisnya mempunyai peran penting. Obat Antipsychotic dapat menghilangkan simptom, sementara arahan psikologis berupa berlatih untuk terampil mengendalikan dan mengatasi dinamika kehidupan ini. Sehingga mereka dapat belajar hidup sebagai penderita skizofrenia dengan meminimalkan dampak dari penyakit tersebut.

Teman dan keluarga diharapkan dapat memberikan perhatian atau pertolongan berupa suasana lingkungan dan dukungan emosi yang dapat membantu dalam proses terapi penderita skizofrenia.

Skizofrenia dapat juga ditimbulkan oleh karena penderita merasakan stress yang sangat berat. Oleh sebab itu dukungan sangat berguna dalam mengurangi beban stress yang dirasakan. Penderita skizofrenia juga memiliki kecenderungan melakukan bunuh diri, dengan demikian penting bagi keluarga dan teman-teman di sekitarnya memperhatikan adanya gejala atau tanda-tanda untuk melakukan bunuh diri.

Berubahnya gaya hidup merupakan keberhasilan terapi skizofrenia, seperti berolahraga secara berkala dapat mengubah suasana hati sehingga baik untuk emosi dan kesehatan fisik tentunya, membantu meningkatkan energi, juga fokus dan tidak gelisah. Hindari minuman alkohol, pemakaian nikotin dan narkotika lainnya karena kandungannya dapat bereaksi dengan terapi yang ada, dan dapat memperparah simptom.

Sumber

¹ Kestenbaum CJ. (1980). Children at risk from schizophrenia. American Journal of Psychotherapy. 34 (2) 164-177

Purcell Sm, Wray NR, Stone JL, Visscher PM, O’Donovan MC, Sullivan PF, Sklar P (2009) Common polygenic variation contributes to risk of schizophrenia and bipolar disorder. Nature: 460: 748-752

Gilmore JH, Murray RM. (2006) Prenatal and perinatal factors, in textbook of Schizophrenia.

Maki P, Riekki T, Miettunen J, Isohanni M, Jones PB, Murray GK, Veijola J (2010) Schizophrenia in the offspring of antenatally depressed mothers in the Northern Finland 1966 birth cohort: relationship to family history of psychosis. American Journal of Psychiatry. 167: 70-77

Melinda Smith, Jeanne Segal. (March 2018) Schizophrenia Symptoms, signs and coping tips. Retrieved 13/09/18 from: https://www.helpguide.org/articles/mental-disorders/schizophrenia-signs-and-symptoms.htm

Symptoms of Schizophrenia (December 2016)
Retrieved 13/9/2018  from:

https://www.healthdirect.gov.au/symptoms-of-schizophrenia

Galletly C, Castle D, Dark F, Humberstone V, Jablensky A, Killackey E, Kulkarni J, McGorry P, Nielssen O, Tran N (2016) Royal Australian and New Zealand College of Psychiatrists Clinical practice guidelines for the management of schizophrenia and related disorders. Australian and New Zealand Journal of Psychiatry:50 410-472

Melinda Smith, Jeanne Segal. (March 2018) Schizophrenia Symptoms, signs and coping tips. Retrieved 13/09/18 from: https://www.helpguide.org/articles/mental-disorders/schizophrenia-signs-and-symptoms.htm

Caps A, Moffitt TE, Cannon M, McClay J, Murray R, Harrington H, Taylor A, Arseneault L, Williams B, Braithwaite A, Poulton R, Craig IW. (2005) Moderation of the effect of adolescent-onset cannabis use on adult psychosis by a functional polymorphism in the catechol-O-methyltransferase gene: longitudinal evidence of a gene X environment interaction. Biological Psychiatry; 57:1117-1127