Cara mengelola stres 

Stres tidak diragukan lagi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan sampai batas tertentu, bahkan dapat bermanfaat. Namun, belajar untuk mengelola stres itu penting agar tidak menjadi berlebihan dan melemahkan. Untuk itu, perlu latihan.

Berikut ini beberapa cara yang dapat membantumu untuk memulai.


1. Teknik relaksasi 

Salah satu cara tercepat untuk meredakan stres adalah dengan menarik napas dalam. Ini bisa dilakukan di mana saja; di dalam mobil, angkot, bus dalam perjalanan ke tempat kerja, atau bahkan ketika kamu duduk di meja belajar. Mulailah dengan menghirup dan mengembuskan napas. Saat melakukan itu, bawa perhatian ke lingkunganmu dengan fokus pada sensasi rasa, sentuhan, bau, penglihatan dan suara. Tindakan kesadaran penuh (mindfulness) ini dapat bermanfaat untuk mengistirahatkan pikiran dan memungkinkan pikiran untuk membersihkan berbagai hal yang mengisinya sepanjang hari.


2. Identifikasi penyebab stres dalam hidupmu

Dengan mengidentifikasi hal-hal yang memicu stres, kamu dapat mengatasinya satu per satu.  

Setelah membuat daftarnya, kamu dapat mengurutkannya sesuai prioritas dengan bagian atas berarti paling penting atau mendesak. 


3. Manajemen waktu  

Biasanya orang akan mengerjakan tugas mereka secara terus-menerus tanpa istirahat, karena pola pikir yang umum adalah bahwa tidak ada waktu untuk berhenti. Ingatlah bahwa ini adalah cara yang tidak produktif untuk melakukan sesuatu karena hal ini membuat kamu cenderung mengalami kelelahan total, yang dapat menyebabkan demotivasi

Pada saat berikutnya kamu merencanakan jadwal, coba sertakan ini:


Rencana sosial dengan orang terkasih

Memiliki interaksi tatap muka dengan orang terkasih menyebabkan tubuh melepaskan hormon yang akan mengurangi stres dan kecemasan.

Selain itu, berbicara tentang stres yang kamu alami dengan teman dan keluarga dapat sangat membantu. Meskipun membicarakan stres mungkin tidak memperbaiki masalah, dukungan mental yang muncul akibat berbagi dapat mengurangi rasa kewalahan dan stres yang kamu rasakan.


Saat bersantai 

Meluangkan waktu untuk hobi tertentu juga penting. Berhenti sejenak untuk beristirahat, bersantai dan mengisi ulang tenaga dapat membantumu meningkatkan motivasi dan mengatasi stres secara keseluruhan dengan lebih baik.


4. Perubahan gaya hidup

Tidur yang cukup

Tidur adalah aspek penting dalam kehidupan sehari-harimu. Tanpa tidur yang cukup, tubuh kita menghasilkan hormon stres yang dinamakan kortisol. Tanpa tidur yang cukup, kamu mungkin juga kekurangan energi untuk menghadapi dan mengatasi sumber stres kamu. Ini dapat berkembang menjadi lingkaran setan yang dapat menyebabkan dampak jangka panjang baik terhadap kesehatan fisik maupun mental. 

Jika kamu kesulitan dengan ini, kamu dapat mencoba berbagai teknik relaksasi yang memungkinkanmu tidur lebih nyenyak di malam hari seperti meditasi atau yoga sebelum tidur. 

Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang pentingnya tidur dan kesehatan mental.

Berolahraga 

Olahraga terbukti membantu mengatasi stres karena melepaskan endorfin, hormon yang meningkatkan rasa senang dan meningkatkan perasaan bahagia. 

Olahraga juga bisa berfungsi sebagai pengalih atau istirahat mental dari sumber stres. Di satu sisi, ini adalah tindakan mindfulness karena kamu berfokus pada momen saat ini ketika kamu berfokus pada pernapasan, gerakan, dan koordinasi yang diperlukan saat olahraga. Waktu istirahat ini memungkinkanmu untuk menyegarkan diri ketika kembali menghadapi penyebab stres.

Hindari atau kurangi konsumsi kafein, gula, alkohol, obat-obatan, dan nikotin 

Kafein, gula, alkohol, obat-obatan dan nikotin memiliki efek berbeda pada reaksi kimia otak kita.

Walaupun kafein dan gula dapat menghasilkan peningkatan sementara suasana hati dan energi, setelah ini hilang, kamu akan merasakan penurunan energi secara tiba-tiba. Konsumsi kafein dan gula menjelang waktu tidur juga dapat mengganggu tidur. 

Alkohol, rokok, dan konsumsi obat-obatan dapat memberikan kelegaan sesaat, namun penting untuk dicatat bahwa ini bersifat sementara. Zat-zat tersebut tidak mengatasi situasi stres itu sendiri. Bahkan, konsumsi zat tersebut dapat menyebabkan perilaku yang tidak diinginkan seperti memarahi teman dan keluarga atau mengurangi perasaan senang. Tidak hanya itu, ada konsekuensi jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan mentalmu. Hal ini dapat menambah tingkat stresmu.

Untuk membaca lebih lanjut tentang merokok nikotin dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental, klik di sini.

Untuk membaca lebih lanjut tentang alkohol, obat-obatan dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental, klik di sini.

Ingatlah bahwa walaupun kita semua dapat mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan tingkat stres, selalu ada pilihan untuk meminta bantuan profesional jika kamu merasa itu tidak dapat dilakukan sendiri.