Mencari Bantuan - Kesehatan Fisik vs Kesehatan Mental

Apakah perbedaan antara mencari bantuan untuk kesehatan mental dengan kesehatan fisik? Atau adakah perbedaan nyata antara keduanya?

Berulang kali kita sering mendengar bahwa mencari bantuan untuk kesehatan mental lebih sulit dan rumit daripada mencari bantuan untuk kesehatan mental. Dalam satu sisi, hal ini mungkin benar, tapi marilah kita memilahnya bersama.

Kesehatan Fisik Kesehatan Mental
Kapan aku mencari bantuan? Ketika ada sesuatu yang tidak beres.
Ketika kamu merasa tidak enak atau sakit secara fisik. Dapat berupa perasaan perih, cairan aneh yang keluar dari lubang atau bintik merah pada kulitmu.
Ketika ada sesuatu yang tidak beres.
Ketika kamu merasa sangat sedih, kewalahan dan depresi selama lebih dari 2 minggu dan telah mempengaruhi keseharianmu.
Siapa yang aku temui pertama? Dokter umum lah orang yang ideal untuk dihubungi pertama kali. Hal ini karena dokter umum dapat meninjau keadaan seluruh tubuh dan membantu merujuk kepada spesialis yang tepat. Kamu dapat mulai dengan menemui orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu atau teman-temanmu. Jika kamu tidak merasa nyaman, kamu bisa berbicara dengan konselor di sekolah. Jika tidak ada, kamu bisa berbicara dengan dokter umum yang dipercaya.
Apa yang dapat aku katakan? Jelaskan masalah yang sedang kamu alami. Dokter umum akan menanyakan sejumlah pertanyaan yang dapat membantumu mendeskripsikan keadaanmu. Beritahu mereka kekhawatiranmu dan bagaimana perasaanmu belakangan ini. Terbukalah dan jujur kepada mereka.
Apa yang dapat dokter umum lakukan kepada saya? Dokter umum akan melakukan peninjauan keadaan seluruh badan dan memberi tes relevan seperti tes darah, tes urin dan sebagainya, untuk membuat sebuah diagnosa. Dokter umum akan memberimu beberapa pertanyaan dan memilah penyebab fisik yang memungkinkan sebelum merujukmu kepada bantuan yang kamu butuhkan.
Kepada siapa dokter umum saya mengalihkan? Tergantung pada masalah, dokter umum mungkin akan merujuk kepada dokter spesialis atau ahli kesehatan lainnya seperti fisioterapis dsb. Dokter umum dapat merujuk pada seorang psikolog dan/atau psikiatris ketika dibutuhkan.
Apa saja pilihan pengobatannya? Dokter umum mungkin dapat menyarankan resep pengobatan untuk masalahmu. Beragam terapi dan apabila diperlukan, psikiater mungkin akan menyarankan pengobatan.
Haruskah aku menemui seseorang secara rutin? Tergantung pada diagnosisnya, kamu mungkin perlu datang kembali namun, ada beberapa kondisi dimana satu resep pil sudah cukup. Biasanya untuk masalah kesehatan mental, satu pil tidaklah cukup. Untuk menemukan perawatan yang tepat, seringkali mengalami trial and error terlebih dahulu, dan itulah kenapa menemui psikolog dan psikiater secara rutin direkomendasikan.
Perawatan Pemeriksaan medis biasanya digunakan dengan harapan sebuah penyakit dapat ditemukan sebelum penyakit tersebut berkembang lebih lanjut. Contohnya adalah pap-smear atau scan dada. Biasanya, ketika berhadapan dengan pengalaman yang traumatis entah dalam pekerjaan (contoh: kemiliteran) atau tragedi (didiagnosa mengalami kanker, kematian seorang kerabat, kecelakaan mobil) -- orang-orang biasanya langsung menemui psikolog untuk memeriksa kesehatan mental untuk mengenal teknik coping untuk mencegah perkembangan gangguan mental.

Seperti yang kamu lihat, perbedaan mencari bantuan kesehatan fisik dengan mental tidaklah banyak. Jadi mengapa mencari bantuan untuk kesehatan mental lebih sulit?

Terdapat beberapa alasan mengapa mencari bantuan kesehatan mental lebih sulit di Indonesia. Ada banyak kesalahpahaman dan kurangnya edukasi mengenai kesehatan mental. Kini kita dapat melihat lebih banyak gerakan kesehatan mental--menyenangkan sekali!

Meskipun rintangan terbesar yang memerlukan waktu untuk dihancurkan adalah stigma seputar kesehatan mental; ada suatu perasaan bersalah atau salah ketika seseorang sadar ada yang tidak beres dengan kesehatan mental mereka. Ada penyangkalan yang besar ketika berurusan dengan keadaan mental, entah kamu yang menyangkal atau orang-orang di sekitarmu seperti keluargamu atau teman-temanmu.

Lebih baik aman daripada menyesal. Ketika ada sesuatu yang tidak beres, tidak apa-apa untuk mencari bantuan. Maksudku, kita akan merasa resah jika selama sebulan batuk tak kunjung berhenti, maka kita juga akan khawatir apabila kita merasa lebih sedih dari biasanya. Pahamilah bahwa kesehatan fisikmu juga sama pentingnya dengan kesehatan mental.

Kini seperti yang telah dikatakan, kita juga mengerti bahwa ada beberapa faktor yang menghambat orang-orang untuk mencari bantuan kesehatan mental di Indonesia. Contohnya, jumlah psikiater dan psikolog yang terbatas. Pada tahun 2014, WHO melaporkan bahwa Indonesia memiliki jumlah psikiater yang rendah dibandingkan dengan rasio populasi: 0,01 psikiater untuk 100.000 orang. Data dari Kementerian Kesehatan Indonesia menekankan lebih jauh bahwa hanya ada 600-800 psikiater untuk seluruh Indonesia. Ini berarti bahwa jika setiap orang yang membutuhkan perawatan ditangani oleh setidaknya satu psikiater, satu psikiater mungkin harus menangani 300.000-400.000 pasien. Gila, bukan?

Jadi untuk membuatnya menjadi lebih mudah, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan sebuah database dimana kamu dapat mencari fasilitas perawatan kesehatan mental berdasarkan lokasimu.

Kunjungi website ini untuk memeriksa tempat terdekat untuk menemukan bantuan.

Banyak pelayanan online juga tersedia dari berbagai organisasi baik dari Indonesia maupun negara lain.


Klik di sini untuk membaca lebih lanjut mengenai mencari bantuan.

References
Sumber