Apa itu Gangguan Makan?

Gangguan makan adalah kondisi kesehatan mental yang serius dengan tingkat kematian yang tinggi. Gangguan makan biasanya dikaitkan dengan perilaku tidak sehat yang berkaitan dengan makanan dan olahraga, dan dapat mempengaruhi individu dari segala usia, jenis kelamin, atau latar belakang. Memahami gangguan makan adalah kunci untuk mendukung seseorang dalam pemulihan, atau mencari bantuan untuk dirimu sendiri. Berikut adalah beberapa gangguan makan yang umum dan pilihan pengobatan yang tersedia.

Anoreksia Nervosa

Pembatasan asupan energi, menyebabkan berat badan turun secara signifikan

Individu dengan Anoreksia memiliki ketakutan obsesif terhadap kenaikan berat badan, perilaku tidak sehat yang gigih menghindari kenaikan berat badan, dan citra tubuh yang menyimpang. 

Dua subtipe utama Anoreksia meliputi:

  • Subtipe membatasi: individu menempatkan batasan ekstrim pada jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi, biasanya disertai dengan olahraga berlebihan 
  • Subtipe makan berlebihan/pembersihan diri dari makanan: pembatasan makan disertai dengan episode makan berlebihan/pembersihan diri dari makanan (memuntahkan makanan atau minum obat pencahar)

Beberapa gejala umum Anoreksia meliputi:

  • Obsesi terhadap citra tubuh
  • Perilaku berlebihan untuk menurunkan berat badan (diet, puasa, olahraga berlebihan, menggunakan obat pencahar)
  • Bersikap sembunyi-sembunyi saat makan 
  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba atau cepat 
  • Pingsan atau pusing 
  • Kehilangan atau gangguan siklus menstruasi pada wanita 

Jika tidak diobati dan dalam kasus yang parah, Anoreksia dapat menyebabkan jantung melemah, yang mengarah pada efek kardiovaskular seperti hipotensi dan aritmia. Konsekuensi lain yang ditimbulkan termasuk melemahnya sistem kekebalan tubuh, anemia, gagal ginjal, dan masalah kesuburan permanen yang potensial.

Bulimia Nervosa

Episode makan berlebihan secara berulang yang disertai dengan memuntahkan makanan, olahraga berlebihan, puasa, atau penyalahgunaan obat pencahar. 

Individu dengan Bulimia mengonsumsi makanan dalam jumlah sangat besar dalam waktu singkat (sekitar dua jam), diikuti oleh perasaan malu dan bersalah yang memicu perilaku kompensasi yang tidak sehat. Siklus ini terjadi rata-rata setidaknya satu minggu selama tiga bulan.

Bulimia berbeda dari subtipe makan berlebihan/pembersihan diri dari makanan Anoreksia, karena individu yang mengidap bulimia mempertahankan kisaran berat badan yang relatif sehat.

Beberapa gejala umum Bulimia meliputi:

  • Fluktuasi berat badan
  • Muntah atau penggunaan suplemen penurunan berat badan berlebihan
  • Makan diam-diam dan menghindari makan dengan orang lain
  • Sering menggunakan kamar mandi setelah makan
  • Olahraga berlebihan
  • Terobsesi dengan berat badan, makan, dan citra tubuh
  • Pingsan atau pusing
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur

Jika tidak diobati, Bulimia dapat menyebabkan sakit tenggorokan kronis, refluks, dan gangguan pencernaan. Dalam kasus-kasus ekstrem, individu mungkin berisiko mengalami kerongkongan atau lambung pecah, masalah gigi, dan bisul perut dan usus. 

Gangguan makan berlebihan

Episode makan berlebihan yang berulang

Individu dengan gangguan makan berlebihan mengonsumsi makanan dalam jumlah sangat banyak selama waktu tertentu (sekitar dua jam), dan sering melaporkan rasa kehilangan kontrol selama episode tersebut. Episode terjadi rata-rata setidaknya seminggu sekali selama tiga bulan. Gangguan makan berlebihan tidak terkait dengan perilaku kompensasi yang terlihat pada Anoreksia dan Bulimia.

Beberapa gejala umum gangguan makan berlebihan meliputi:

  • Makan lebih cepat dari biasanya 
  • Makan melewati rasa kenyang
  • Makan makanan dalam jumlah besar karena tidak adanya batasan lapar
  • Lebih suka makan sendiri 
  • Merasa jijik, malu, atau bersalah setelah satu episode

Jika tidak diobati, orang-orang dengan gangguan makan berlebihan berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe dua, tekanan darah tinggi, atau kadar kolesterol tinggi. Ini kemudian dapat meningkatkan kemungkinan stroke atau penyakit jantung. 

Pilihan pengobatan

Jika kamu mengenali tanda-tanda gangguan makan pada diri kamu atau orang terkasih, sebaiknya kamu mencari perawatan medis profesional. Gangguan makan adalah penyakit yang dapat diobati dan bisa sembuh. Perawatan bisa termasuk: 

  • Mengembalikan nutrisi dan berat badan yang sehat. Individu harus mematuhi pola makan yang dikhususkan, dan belajar tentang pola makan normal. 
  • Psikolog memberikan perawatan psikologis seperti CBT, dan menerapkan strategi untuk melawan rasa rendah diri atau citra buruk terhadap tubuh.
  • Terapi keluarga sangat berguna untuk anak-anak atau remaja dengan gangguan makan. Anggota keluarga turut membantu individu untuk mematuhi pola makannya di lingkungan rumah.
  • Ahli gizi memberikan edukasi seputar aktivitas makan yang sehat.
  • Psikiater dapat memberikan antidepresan bila perlu.