Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal berada dalam bahaya karena melakukan percobaan bunuh diri segera bawa mereka ke rumah sakit atau hubungi layanan darurat di 119. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami krisis kesehatan mental, hubungi daftar rumah sakit kesehatan mental yang tersedia berikut ini untuk memberikan dukungan terhadap krisis yang mereka alami.

  1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang: (024) 6722565
  2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor: (0251) 8324024, 8324025, 8320467
  3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta: (021) 5682841
  4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang: (0293) 363601
  5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang: (0341) 423444

Memahami bunuh diri

Bunuh diri terjadi ketika seseorang dengan sengaja mengakhiri hidupnya. Hal ini kompleks, dan bisa berbeda-beda dalam tingkat keparahan dan sifatnya.

Orang dengan riwayat penyakit mental seperti depresi cenderung mempunyai ide untuk melakukan bunuh diri.

Gagasan bunuh diri mengacu pada pemikiran seseorang tentang mengakhiri hidup mereka. Mereka dapat memiliki pikiran sementara (misal: hidup yang tidak berarti) hingga pikiran konkret yang berbeda-beda, termasuk rencana yang sudah dipikirkan secara matang untuk melakukan bunuh diri.

Fakta tentang bunuh diri

  • Hampir 800.000 nyawa hilang setiap tahun, yaitu satu orang setiap 40 detik (Organisasi WHO)
  • Bunuh diri adalah penyebab kematian terbesar yang kedua untuk usia 15-29 (Organisasi WHO)
  • Seseorang yang pernah melakukan percobaan bunuh diri memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mencobanya lagi (Organisasi WHO)
  • Data bunuh diri sangat kurang dan sering tidak dilaporkan hingga 20-30% (ConNetica)

Mitos tentang bunuh diri

Di bawah ini adalah beberapa contoh mitos seputar bunuh diri:

  • Bertanya apakah seseorang berkeinginan melakukan bunuh diri akan mempengarui orang tersebut untuk mendapatkan ide itu di dalam pikiran mereka
  • Seseorang yang pernah mencoba melakukan bunuh diri tidak akan mencobanya lagi
  • Bunuh diri tidak dapat dicegah
  • Seseorang yang mengaku ingin melakukan bunuh diri hanya mencari perhatian

Faktor Risiko untuk Bunuh Diri

Faktor risiko dapat meliputi:

  • Kondisi mental yang buruk, misal,  depresi, penyakit kejiwaan, keputusasaan, rasa bersalah, malu, kemarahan, hasutan, sifat impulsif
  • Masalah di rumah, misal, konflik keluarga, tunawisma
  • Masalah kesehatan, misal, penyakit kronis, penurunan mobilitas
  • Tekanan pendidikan/pekerjaan, misal, kinerja buruk, prestasi buruk, stres, pengangguran jangka panjang, PHK
  • Koneksi yang buruk dengan lingkungan mereka
  • Penggunaan obat-obatan, misal, mabuk, ketergantungan, atau menyalahgunakan narkoba atau alkohol
  • Dukungan sosial yang buruk
  • Harga diri rendah
  • Kemampuan koping yang buruk
  • Putus hubungan dengan budaya

Tanda-tanda peringatan: mengenali seseorang mungkin berupaya melakukan bunuh diri

Tanda-tanda peringatan bahwa seseorang merasa ingin bunuh diri bisa sangat halus, mungkin sulit untuk mengetahui jika seseorang merasa ingin melakukan bunuh diri. Tanda dapat diperoleh dari upaya komunikasi dengan orang lain atau dilihat dari perilaku yang dipengaruhi oleh keadaan emosional seseorang. Indikator-indikator ini dapat menandakan bahwa seseorang mungkin berpikir untuk melakukan bunuh diri.

Kamu mungkin mulai menyadari tanda-tanda berikut jika seseorang bersiap untuk mengakhiri hidup mereka:

  • Menyerahkan harta benda mereka
  • Kebahagiaan tiba-tiba atau terlepas dari emosi
  • Buruknya pandangan tentang masa depan
  • Berbicara atau menulis tentang bunuh diri atau kematian
  • Bersikap murung, menarik diri, atau sedih
  • Mengucapkan selamat tinggal
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang pernah mereka nikmati
  • Kurang peduli dalam penampilan mereka
  • Penarikan diri dari kegiatan sosial
  • Peningkatan penggunaan narkoba atau alkohol

Untuk membaca lebih lanjut tentang Mengenali seseorang yang mungkin akan melakukan bunuh diri, klik di sini.


Berbicara tentang bunuh diri

Mungkin sulit memulai percakapan tentang bunuh diri entah karena kamu takut akan memperburuk situasi, atau memberi seseorang ide untuk mengakhiri hidup mereka. Penelitian telah menunjukkan bahwa percakapan terbuka tentang bunuh diri sebenarnya mengurangi risiko seseorang mengakhiri hidupnya.

Dengan berbicara dengan seseorang tentang bunuh diri dan mendapatkan lebih banyak informasi, kamu dapat membantu mereka mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.

Jangan lupa untuk mempersiapkan percakapan terlebih dahulu, dengarkan tanpa menghakimi, ajukan pertanyaan tentang rencana, dan faktor risiko lainnya secara langsung, dan juga jaga dirimu.

Jika kamu khawatir keluarga atau temanmu mungkin berniat mengakhiri hidup mereka, maka penting untuk mengajukan pertanyaan secara langsung. Pertanyaan langsung tersebut dapat meliputi:

  1. "Apakah kamu berpikir untuk mengakhiri hidupmu?"
  2. "Apakah kamu punya rencana tentang bagaimana kamu akan mengakhiri hidupmu?"
  3. "Apakah kamu memiliki akses ke alat yang kamu butuhkan untuk mengakhiri hidupmu?"
  4. "Pernahkah kamu mencoba mengakhiri hidupmu sebelumnya"

Jika seseorang mengatakan bahwa mereka memiliki niat kepada hal-hal dan juga memiliki maksud melakukannya, penting untuk mencoba menyingkirkan benda-benda itu. (misal, menyembunyikan pisau, obat-obatan, atau tali).

Untuk membaca lebih lanjut tentang berbicara tentang bunuh diri, klik di sini.

Bunuh diri dan Duka

Ketika bunuh diri terjadi, efek langsung dan traumatis dapat dilihat pada semua orang dari keluarga, teman, dan bahkan pada kelompok yang lebih luas. Bunuh diri seringkali tidak terduga, dan dapat meninggalkan banyak pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Jika kamu mengenal seseorang yang meninggal karena bunuh diri, kamu mungkin akan terkejut, tidak percaya, bingung dan mengalami kesedihan yang mendalam. Beberapa orang mungkin bergumul dengan rasa bersalah atau memiliki pertanyaan tak terjawab tentang mengapa hal itu terjadi, atau apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Juga, stigma buruk yang melekat pada bunuh diri dan juga berdampak pada respons kita dalam berduka.

Akan sangat membantu untuk berbicara dengan orang lain di dalam komunitas untuk mendapatkan dukungan untuk membantu dirimu sendiri, mendorong orang lain untuk menemui seorang ahli untuk mendapatkan bantuan, dan biarkan orang tahu bahwa "tidak baik-baik saja itu tidak apa-apa".

Untuk membaca lebih lanjut tentang kehilangan seseorang karena bunuh diri, klik di sini.

Untuk membaca lebih lanjut tentang cara membantu seseorang yang kehilangan orang yang ia sayangi akibat bunuh diri, klik di sini.


Menemukan jalan kembali: Setelah upaya bunuh diri

Setelah memiliki upaya bunuh diri, kamu mungkin merasa tersesat, bingung, dan memiliki perasaan yang bercampur tak karuan. Ini adalah hal yang wajar, karena kamu baru saja melalui cobaan yang sangat sulit, dan memperbaiki kembali hidupmu mungkin sulit. Sangat penting untuk diingat bahwa selalu ada dukungan dari orang yang peduli padamu, dan terlepas dari keputusasaan yang mungkin kamu rasakan, kamu masih dapat dan pasti akan pulih seiring berjalannya waktu. Banyak orang yang pernah mencoba bunuh diri menggambarkan percobaan mereka itu sebagai titik balik yang memungkinkan mereka untuk kembali ke jalur yang benar dan mengambil langkah untuk mengubah hidup mereka menjadi lebih baik.

Berikut adalah tiga langkah yang dapat kamu lakukan untuk membantumu menemukan jalan kembali:

  • Merawat diri sendiri
  • Merakit jaringan yang mendukung
  • Membuat rencana keselamatan

Untuk membaca lebih lanjut tentang Menemukan jalan kembali: Setelah upaya bunuh diri, klik di sini.