4 Keuntungan dari Decluterring untuk Kesehatan Mental

Clutter merujuk kepada memiliki terlalu banyak barang yang secara kolektif berkontribusi pada ruang hidup yang tidak teratur dan kacau (Roster et al 2016). Orang secara alami memiliki keinginan untuk memiliki barang-barang yang menghubungkan mereka ke orang, tempat,  dan pengalaman yang mereka anggap penting -- ini adalah bagian dari cara kita mencerminkan identitas. Namun, memiliki sejumlah barang berlebihan bisa mengurangi manfaat positif ini dan pada kenyataannya berkontribusi pada pengalaman kesejahteraan yang negatif (Roster et al. 2016). Ini berarti bahwa decluttering ruangmu bisa bermanfaat lebih dari sekadar membuat  barang lebih mudah ditemukan. Ruang yang rapi bisa bermanfaat bagi kesehatan mental dan kesejahteraan kamu dalam berbagai cara. 

Berikut beberapa cara bagaimana decluttering bisa meningkatkan kesehatan mentalmu:

1. Decluttering bisa meningkatkan kemampuanmu untuk fokus

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang akan lebih cenderung membuat error dan kesalahan di ruang yang tidak rapi daripada di ruang yang rapi (Mateo et al. 2013). Dalam lingkungan yang berantakan, otak kurang mampu memproses informasi, yang berarti lebih sulit untuk berkonsentrasi pada tugas-tugas yang ada. Dengan bersaing untuk mendapatkan perhatianmu, clutter bisa menurunkan kemampuanmu untuk berpikir jernih, sebaliknya berkontribusi kepada tingkat stres yang lebih tinggi (McMains & Kastner 2011). Membiarkan ruangmu untuk mengganggu kemampuanmu untuk fokus berarti membiarkannya mengganggu kemampuanmu untuk menyimpan informasi, belajar, menggunakan alasan, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. Secara keseluruhan, kemampuan untuk fokus merupakan hal mendasar terhadap kemampuanmu untuk berpikir (Taylor J 2014).

2. Decluttering bisa meningkatkan kemampuanmu untuk tenang

Clutter bisa juga memiliki dampak negatif pada pola tidur. Mereka yang memiliki kualitas tidur lebih rendah cenderung untuk memiliki kognitif yang terganggu, di mana memiliki efek serupa dengan gangguan kemampuan untuk fokus. Ini berarti bahwa ruang yang berantakan bisa berdampak negatif pada kemampuanmu untuk memperhatikan, belajar, memproses informasi, menggunakan memori, dan memecahkan masalah dengan mengganggu tidurmu. Selain itu, jika seseorang berisiko mengalami depresi atau stres tingkat tinggi, kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk bisa meningkatkan risiko ini (St Lawrence University 2015). Clutter juga bisa menghambat kemampuan seseorang untuk bersantai dengan meningkatkan perilaku tidak sehat yang bisa berkontribusi pada perasaan cemas dan/atau depresi. Perilaku tidak sehat tersebut antara lain makan lebih banyak makanan tidak sehat, menonton lebih banyak TV, dan kurang berolahraga (Tufvesson, 2020). 


3. Decluttering bisa menurunkan tingkat stres dan kecemasan

Ketika kualitas ruang pribadi seseorang terganggu dengan clutter, kesejahteraan subjektif orang tersebut bisa terkena dampak negatif (Roster et al 2016). Penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 menemukan bahwa hormon stres kortisol lebih tinggi pada orang yang rumahnya lebih berantakan (Saxbe & Repetti 2009). Di luar stres dan kecemasan, tingkat clutter di rumah kita berkontribusi terhadap kepuasan dengan hidup secara keseluruhan (Roster et al. 2016). Hal ini karena rumah kita bukan hanya ruang fisik tempat kita tinggal, tapi sesuatu yang penting untuk penciptaan dunia individu (Roster et al. 2016). 

4. Decluttering bisa meningkatkan perasaan efikasi dirimu

Tindakan sederhana decluttering ruangmu memiliki dampak signifikan terhadap apa yang disebut sebagai ‘self-efficacy’ kamu. Self-efficacy adalah sejauh mana seseorang mempersepsikan dirinya sebagai kompeten dan bisa bertindak secara mandiri, yang sebagai timbal balik memungkinkan seseorang untuk meningkatkan diri dan berhasil secara keseluruhan (Stiff 2019). Berhasil menyelesaikan sesuatu seperti decluttering ruangmu bisa meningkatkan self-efficacy dirimu, yang telah terbukti berdampak positif pada kesejahteraan secara keseluruhan. Untuk mencapai self-efficacy yang ditingkatkan ini, namun, penting untuk menetapkan tujuan yang realistis. Ruangmu tidak harus dibandingkan dengan set TV bergaya profesional atau pos media sosial. Sebaliknya, ruangmu harus fungsional dan memuaskan sesuai dengan seleramu sendiri dan bagaimana kamu menggunakan ruangmu. 


Cobalah decluterring, tidak hanya untuk kebersihan ruangmu, tetapi juga kebersihan pikiranmu.

References
Sumber